Jumat, 01 Jun 2018 05:41 WIB

Blockchain bakal Diterapkan di Industri Musik Indonesia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi penambangan Bitcoin. Foto: Reuters Ilustrasi penambangan Bitcoin. Foto: Reuters
Jakarta - Ekosistem industri musik di Indonesia akan mendapatkan penyegaran dengan rencana Bekraf untuk menerapkan teknologi blockchain di dalamnya.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) melalui sejumlah subsektor di dalamnya, diklaim sangat berkepentingan dengan teknologi blockchain. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf.

"Ekonomi kreatif itu soal added value dari sebuah penciptaan. Saat ini, seseorang mencipta, tapi hanya didaftarkan biasa saja karyanya, seperti lagu, fashion, buku, film. Belum ada ekosistem yang mantap dan reliable untuk memberikan manfaat secara ekonomi.



"Blockchain memastikan added value dari penciptaan karena secara unik semua orang sepakat sebuah karya diciptakan oleh orang tertentu. Ini sejalan dengan proses dalam industri musik,"

Menurutnya, di Indonesia belum ada big data yang dapat merepresentasikan apa itu musik serta bagaimana sebuah lagu ciptaan bisa memberi keuntungan, terutama secara ekonomis, bagi kreatornya.

Terkait dengan hal tersebut, ia pun menyebut bahwa pihaknya sudah menggagas proyek Portamento, yaitu pemanfaatan IT untuk menciptakan sebuah big data.

Triawan mengatakan, Portamento bisa dibilang merupakan proyek yang ambisius karena ini akan menjadi sebuah sistem yang seamless dan merata ke semua stakeholder. Selain itu, di dalamnya akan mencakup seluruh bisnis dari hulu sampai ke hilir dalam hal pemanfaatan hak cipta musik.

Ilustrasi penambang Bitcoin.Ilustrasi programmer blockchain. Foto: Reuters


"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus berkomunikasi dengan semua stakeholder, seperti Kemenkumham, Ditjen Pajak, OJK, pihak karaoke, bioskop, kafe, restauran, hotel. Semua harus sepakat bahwa sistem yang diadopsi di proyek Portamento akan menjadi acuan," sebutnya.

"Kami juga butuh partisipasi dari para musisi, bukan hanya yang sudah tergabung di label, nantinya kita juga usahakan untuk individu (indie). Pencipta lagu harus memasukkan data tentang lagu ciptaannya ke sistem. Nanti dari kegiatan publikasi dan promosi akan menjadi tergenerasi dan terdesentralisasi untuk memberikan keuntungan bagi musisi, terutama secara finansial," urainya.

Bagi Triawan, proyek tersebut akan berlangsung sangat lambat tanpa didukung blockchain. Sebaliknya, dengan teknologi blockchain, prosesnya akan menjadi cepat sekaligus terpercaya.



"Dalam kesempatan ini, saya mengumumkan bahwa Bekraf akan menggunakan blockchain dalam ekosistem musik. Tanpa ada pengaplikasian secara nyata, maka manfaatnya tidaka akan terasa. Dengan penggunaan blockchain pada ekosistem musik, barulah menfaatnya akan terasa secara nyata. Karena kami tidak bisa bekerja sendiri dan harus berkomunikasi dengan sejumlah pihak, itu hanya bisa diwujudkan melalui blockchain," pungkasnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed