Selasa, 22 Mei 2018 15:37 WIB

Trump Ngeyel Tak Mau iPhone-nya Diperiksa

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Donald Trump. Foto: REUTERS/Carlos Barria Donald Trump. Foto: REUTERS/Carlos Barria
Jakarta - Seorang kepala negara, apalagi negara adidaya seperti Amerika Serikat (AS) sejatinya harus mengikuti semua protokol keamanan, termasuk soal alat komunikasi berupa smartphone. Namun, presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak untuk menuruti protokol kemanan negara.

Trump saat ini menggunakan dua iPhone. Satu iPhone dipakai untuk melakukan panggilan telepon, sementara satunya lagi untuk membuka Twitter dan membaca berita. Kedua ponsel ini pun dikeluarkan oleh lembaga Teknologi Informasi Gedung Putih dan Badan Komunikasi Gedung Putih.

Seharusnya, Trump harus menukarkan iPhone miliknya secara rutin setiap sebulan sekali. Namun, menurut laporan dari Politico, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (22/5/2018), Trump menolak untuk menukarkan iPhone-nya.



Alasannya sederhana, Trump menganggapnya sebagai sesuatu yang terlalu merepotkan. Sehingga sang presiden menurut laporan telah menggunakan iPhone untuk Twitter-nya itu selama lima bulan sejak terakhir diperiksa oleh pakar keamanan.

Padahal, ketika Barack Obama dulu menjabat sebagai presiden, dirinya patuh mengikuti protokol keamanan dan membiarkan ponsel Gedung Putihnya itu diperiksa setiap 30 hari sekali. Hal ini tentu saja untuk memastikan ponsel itu tetap aman.

Sebagai informasi tambahan, iPhone yang dipakai Trump untuk menelepon masih terinstal kamera dan mikrofon di dalamnya, di mana ini menimbulkan risiko penyadapan dan sebagainya. Walau pihak Gedung Putih telah menghapus fitur GPS dari ponsel Trump. (mag/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed