Rabu, 16 Mei 2018 18:25 WIB

Penumpang Tewas, Ini Reaksi Penakluk Uber di China

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Gettyimages Foto: Gettyimages
Jakarta - Didi Chuxing, sang penakluk Uber di China, sedang kena masalah. Penumpang layanannya yang terbunuh menjadi pukulan telak bagi perusahaan.

Tak mau kejadian serupa terulang, perusahaan ride-sharing asal China ini dilaporkan tengah berbenah dan memperbaiki fitur-fitur yang ada.

Seperti diketahui, pembunuhan yang terjadi pekan lalu ini menimpa seorang pramugari di kota Zhengzhou, China. Wanita berusia 21 tahun ini diduga dibunuh oleh pengemudi ketika akan melakukan perjalanan dari hotel bandara ke pusat kota.

Wanita yang tidak diketahui namanya ini menggunakan layanan berbagi tumpangan Hitch. Hitch sendiri dideskripsikan sebagai layanan social ride-sharing yang memungkinkan pengemudi dan penumpang membuat label atau memberi rating satu sama lain berdasarkan tampilan.


Dalam melancarkan aksinya, tersangka pembunuhan ini disebut menggunakan akun milik ayahnya. Sehingga dalam hal ini Didi merasa kecolongan dan telah mengakibatkan satu nyawa melayang.

Atas kejadian ini Didi akan menangguhkan layanan Didi Hitch untuk sementara. Didi pun mengatakan akan menghilangkan layanan carpooling di malam hari dan akan melakukan pemeriksaan pengenalan wajah wajib untuk pengemudi, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (16/5/2018).

Tak hanya itu, Didi juga berencana untuk merekam pembicaraan selama perjalanan sebagai langkah menambahkan tolok ukur keamanan terhadap layanannya. Didi pun telah meminta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini.

Didi mengatakan bahwa mekanisme pengenalan wajahnya rusak dan gagal memverifikasi pengemudi yang diduga membunuh penumpang.

(mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed