BERITA TERBARU
Rabu, 02 Mei 2018 18:26 WIB

Perjalanan WhatsApp Sebelum Diacak-acak Facebook

Fino Yurio Kristo - detikInet
Aplikasi WhatsApp. Foto: Getty Images Aplikasi WhatsApp. Foto: Getty Images
Jakarta - Bermula dari layanan messaging sederhana dan tak banyak fitur, WhatsApp menjelma menjadi layanan messaging terbesar dunia. Banyak fitur pun ditambahkan, apalagi setelah diakuisisi Facebook tahun 2014 senilai USD 19 miliar.

Berikut perkembangan singkat WhatsApp dari masa ke masa:

2009
- Pada 4 Februari, dengan bantuan Brian Acton dan Alex Fishman, Jan Koum melahirkan perusahaan WhatsApp di California.

- Apple meluncurkan push notifications di iPhone pada bulan Juni. Fitur ini membuat Koum yakin dan merancang WhatsApp jadi aplikasi pesan instan. WhatsApp 2.0 rilis pada Agustus di mana pengguna membayar 99 sen per tahun untuk memakainya.

- Bulan Oktober, Acton berhasil melobi 5 rekannya mantan pegawai Yahoo untuk berinvestasi di WhatsApp senilai USD 250 ribu,

2010
- Tahun ini, aplikasi WhatsApp untuk Android diluncurkan.

2011
- WhatsApp makin populer, penggunanya terus bertambah. Pesaing mulai muncul, misalnya WeChat buatan Tencent yang kemudian tenar di negara itu.

- Bulan April, WhatsApp menerima pendanaan USD 7 juta dari Sequoia Capital.

2012
- Pada bulan Januari, ditemukan celah keamanan pertama di WhatsApp. Seorang hacker mempublikasikan bagaimana cara mengubah status user WhatsApp dengan bekal nomor teleponnya.

- Berkaitan dengan ancaman itu, di bulan Agustus diumumkan bahwa pesan di WhatsApp akan diperketat dengan enkripsi atau penyandian dalam versi terbaru untuk iOS dan Android.

2013
- Bulan Februari, angka pengguna WhatsApp tembus 200 juta di seluruh dunia. Sequoia kembali menanamkan dana senilai USD 50 juta dan membuat perusahaan ini bernilai USD 1,5 miliar.

- Dana semakin banyak, WhatsApp mengubah metode pembayaran di mana user cukup membayar USD 1 sekali saja dan bisa terus menikmati layanannya.

- Bulan Agustus, WhatsApp memperkenalkan voice messaging di mana user dapat merekam dan mengirimkan klip audio singkat.

2014
- Facebook memutuskan membeli WhatsApp senilai USD 19 miliar, akuisisi terbesarnya sampai saat ini. Jan Koum dan Brian Acton jadi kaya raya.

- Panggilan suara ditambahkan ke WhatsApp.

- Bulan November, WhatsApp memperkenalkan fitur Read Receipts sehingga jika pengguna sudah membaca sebuah pesan, pengirim pesan akan melihat tanda biru. Seminggu kemudian, WhatsApp memberi fitur untuk opsi menonaktifkan kemampuan tersebut.

2015
- WhatsApp bisa diakses melalui web browser di komputer.

- WhatsApp memblokir beberapa klien pihak ketiga yang mencegah user mengakses layanannya dari aplikasi lain.

- Pada Desember, WhatsApp sempat diblokir di Brasil karena menolak menyerahkan data ke otoritas setempat.

2016
- WhatsApp akhirnya benar-benar digratiskan. Bulan Januari, Jan Koum mengumumkan user tak perlu membayar sama sekali untuk menggunakannya. Namun di tahun ini, WhatsApp mulai membagikan data pengguna ke Facebook meski terbatas.

- Diperkenalkan pula fitur berbagi dokumen seperti PDF dan DOC.

- Pada April, WhatsApp mengumumkan bahwa pesan di platformnya akan diekripsi end to end sehingga hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Bahkan mereka sendiri tak bisa mengakses pesan.

2017
- Di Februari, WhatsApp memperkenalkan Status yang dapat diisi dengan konten foto atau video. Konten itu akan hilang dalam 24 jam, mirip Snapchat.

- Akhir tahun ini, Brian Acton memutuskan mengundurkan diri dan gabung dengan layanan pesan instan anyar bernama Signal.

2018
- Di Januari, WhatsApp meluncurkan WhatsApp Business buat pebisnis. Dan dirilis layanan transfer uang di India.

- Jan Koum memutuskan meninggalkan WhatsApp, kabarnya karena tidak senang dengan cara dan rencana Facebook menghasilkan uang dari WhatsApp.

- Nasib WhatsApp selanjutnya perlu ditunggu, ada yang memprediksi Facebook akan agresif beriklan dan mengacak-acak WhatsApp sehingga tak lagi sederhana. Tapi belum tentu juga, waktu yang akan menjawabnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed