Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Atasi Kurangnya Tenaga Ahli
Ilmu Komputer Dibebankan Sejak Dini
Atasi Kurangnya Tenaga Ahli

Ilmu Komputer Dibebankan Sejak Dini


- detikInet

Jakarta - Amerika Serikat mulai merasakan penyusutan tenaga ahli bidang komputer. Jumlah lulusan di bidang ini menurun dan banyak tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri. Sebelum keadaan bertambah buruk, ilmu komputer lalu mulai diberikan pada anak-anak.Untuk para siswa tingkat sekolah dasar dan menengah pertama, Pemerintah Amerika Serikat telah memberlakukan standard mata pelajaran ilmu komputer yang wajib diikuti.Ilmu komputer yang dimaksud bukan yang dasar. Tetapi lebih kepada disain hardware dan software, aplikasinya di dunia nyata serta efek komputer di masyarakat. Hal ini dilakukan karena banyak siswa dianggap tidak mempunyai kesempatan untuk belajar ilmu komputer hingga mereka menginjak bangku kuliah. Parahnya lagi, kini jumlah calon mahasiswa yang mengambil jurusan itu semakin sediki.Maka dari itu, para guru mempunyai ide untuk mulai mengajarkan ilmu komputer yang agak rumit kepada anak-anak sedini mungkin. "Para siswa tidak diwajibkan ikut kelas kami. Itu pilihan," ujar Jim Lindberg, seorang pengajar aplikasi software komputer sekolah menengah atas Tacoma, Washington, Amerika Serikat, seperti dilansir Associated Press dan dikutip detikinet Selasa (5/7/2005). Mike Brown, pengajar dari Robertson County di Springfield, Tennesse mengatakan, kini siswa SMU sebaiknya sudah mulai belajar programming, manajemen situs atau grafik. Daripada belajar keyboarding atau lulus tanpa keahlian komputer yang canggih. Di Amerika Serikat, jumlah sarjana ilmu informasi dan komputer tahun 2000 dan 2004 turun lebih dari 60 persen. Laporan ini diperoleh dari hasil riset Higher Education Research Institute UCLA.Hal ini disebabkan karena persepsi karir dunia ilmu komputer semakin dilihat kurang menguntungkan. Terutama semenjak perusahaan dot.com banyak yang gulung tikar beberapa tahun lalu.Sementara itu, para eksekutif teknologi mengatakan pada Kongres, kini pihaknya menggantungkan harapan pada sarjana komputer dari luar negeri. Sembari berharap banyak juga akan hadirnya lulusan-lulusan Amerika Serikat yang punya keahlian komputer kuat.Disinyalir, hingga 2012 jenis pekerjaan yang berkembang adalah analis komunikasi data, teknisi informasi kesehatan dan ahli software komputer. Begitu menurut laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.Hasil riset Market Data Retrieval menunjukkan, para pengajar ilmu komputer sedikit menurun jumlahnya tahun 2005. Fenomena ini adalah untuk pertama kali selama bertahun-tahun.Chris Stephenson, Executive Director Computer Science Teachers Association mengatakan, bangsa Amerika butuh pelajar-pelajar yang siap untuk mengembangkan software, mendisain hardware, bahasa pemrograman dan manajemen database. Bahkan, asosiasi tersebut kini tengah mempromosikan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu komputer di setiap jenjang pendidikan.Amerika Serikat memang pantas merasa cemas karena belakangan ini, Amerika dikenal sebagai pemasok tenaga ahli bidang komputer dari India. Selain itu, ketika Google menggelar lomba pemrograman, programer Amerika dikalahkan programer Asia. Hegemoni sebagai bangsa berteknologi tinggi tampaknya mudah digulirkan dari negara Paman Sam ini. (epi/)







Hide Ads