Memo Internal Facebook Bocor, Ungkap Sisi Gelap

Memo Internal Facebook Bocor, Ungkap Sisi Gelap

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 31 Mar 2018 11:25 WIB
Foto: unsplash
Jakarta - Belumlah kasus pembobolan data pengguna kelar, Facebook harus menghadapi masalah lain. Sebuah memo internal yang ditulis petinggi Facebook pada 2016 silam bocor mengungkap sisi gelap mereka.

Jadi pada Kamis malam, laman BuzzFeed mempublikasi memo dari Andrew Bosworth, Vice President Facebook. Dalam memo tersebut, Bosworth mengatakan fungsi inti perusahaan adalah menghubungkan orang, meskipun dengan segala cara dan berkonsekuensi jelek.

"Itu kenapa semua pekerjaan yang kita lakukan demi pertumbuhan perusahaan dibenarkan. Semua praktik impor kontak. Semua untuk membantu orang tetap dapat dicari oleh temannya. Semua pekerjaan yang kami lakukan untuk membawa lebih banyak komunikasi. Pekerjaan yang mungkin akan kami lakukan di China suatu saat nanti," tulis Bosworth seperti dilansir dari laman The Verge, Sabtu (31/3/2018).



Berusaha mengonfirmasi, Bosworth mengatakan dalam sebuah posting di Twitter bahwa dia tidak setuju terhadap memo yang dia tuliskan sendiri. Kala itu, dia coba menbangkitkan diskusi seputar pertumbuhan perusahaan.

Kepada BuzzFeed, CEO Mark Zuckerberg mengatakan dirinya saat itu tidak setuju dengan sentimen posting tersebut, dan menurutnya pertumbuhan tidak harus menjadi sarana untuk mencapai tujuan itu sendiri.

"Kami menyadari bahwa menghubungkan orang tidak cukup dengan sendirinya. Kami juga perlu bekerja untuk mendekatkan orang-orang," kata Zuckerberg.



Kebocoran memo ini memang beredar di saat yang kurang tepat. Sepanjang beberapa minggu terakhir, Facebook harus menghadapi masalah terkait bocornya puluhan juta data penggunanya.

Akibat kasus tersebut membuat harga saham Facebook anjlok 18%. Namun kebocoran memo ini tampaknya tidak mengejutkan pasar. Sebab saham Facebook malah naik lebih dari 4% pada Jumat (30/3/2018). (afr/afr)