Kamis, 29 Mar 2018 12:47 WIB

Terkuak, Janji Palsu Zuckerberg Lindungi Data User Facebook

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Facebook
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor
Jakarta - Edward Snowden menyebarkan ujaran Zuckerberg sembilan tahun lalu untuk menjaga privasi user Facebook, yang tampak ironis dengan krisis jejaring sosial tersebut terkait kebocoran data 50 juta penggunanya.

Ahli komputer asal Amerika Serikat, Edward Snowden, ikut menyuarakan pendapatnya mengenai kasus penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica. Firma asal Inggris tersebut memanfaatkan informasi itu dalam upaya untuk memenangkan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Melalui akun Twitter pribadinya, mantan pegawai CIA ini mengunggah video wawancara Mark Zuckerberg dengan BBC pada 2009 lalu. Dalam rekaman tersebut, CEO Facebook ini mengatakan bahwa informasi yang dimasukkan pengguna akan dimiliki oleh user itu sendiri.

Selain itu, ia pun menegaskan tidak ada niatan sama sekali untuk menjual data penggunanya. Zuck mengatakan bahwa ia hanya membagikan informasi seorang user kepada orang-orang yang memang dikehendaki oleh pengguna itu sendiri.



Dalam kicauan berikutnya, Snowden, yang sempat membuat heboh setelah membocorkan data rahasia milik NSA (National Security Agency) pada 2013 lalu, menambahkan sebuah tautan merujuk ke wawancara Zuck dengan TechCrunch.

Saat wawancara yang dilangsungkan pada 2010 itu, suami dari Priscilla Chan ini mengatakan bahwa sistem di dalam Facebook menyesuaikan dengan norma sosial yang berada di masyarakat. Ia menambahkan, Facebook juga sangat mementingkan privasi dari pengguna jejaring sosial yang dimilikinya tersebut.

Perkataan Zuckerberg tersebut tentunya sangat kontradiktif jika melihat krisis yang menerpa Facebook saat ini terkait dengan penyalahgunaan data penggunanya. Hal ini tercermin pada 2013 lalu kala Zuck mempersilakan Cambridge Analytica dalam mengeruk data user Facebook.

Untuk melakukannya, firma tersebut menyewa akademisi Cambridge University bernama Aleksandr Kogan membuat sebuah aplikasi kepribadian bernama thisisyourdigitalife. Platform yang pada saat itu sudah diunduh 300.000 orang tersebut diketahui tidak hanya mengangkut data dari penggunanya, tapi juga informasi mengenai teman-teman user tersebut di Facebook.

Seorang netizen yang menanggapi pernyataan Zuckerberg pada dua wawancara tersebut mengatakan bahwa ia merupakan seorang pembohong dan sejatinya sudah berkehendak untuk menjual informasi dari pengguna jejaring sosial tersebut.



Lalu, menurut salah satu pengguna Twitter lainnya, satu-satunya hal positif yang dapat diambil dari krisis Facebook saat ini adalah potensi untuk dibuatnya sekuel The Social Network. Film yang dirilis pada 2010 tersebut berisi tentang awal terbentuknya Facebook pada 2003.













(fyk/fyk)
FOKUS BERITA Data Facebook Bocor

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed