Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Periksa Ponsel Anda
Ada SMS dari SBY!
Periksa Ponsel Anda

Ada SMS dari SBY!


- detikInet

Jakarta - Ini dia gaya baru mengimbau rakyat ala Presiden RI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini mengirim seruan lewat layanan Short Message Service (SMS). Jadi bagi pengguna ponsel GSM atau Flexi, pastikan SMS imbauan SBY sampai di ponsel anda.SBY sebelumnya menerima ribuan SMS dari masyarakat di nomor 9949. Kini giliran SBY yang mengirim SMS ke seluruh rakyat Indonesia. Isi SMS Presiden bukan keluhan, tapi ajakan untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. SMS tersebut dikirim di tengah-tengah acara peringatan Hari Internasional Anti Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Gelap Narkoba di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2005). "Izinkan saya berkirim SMS ke seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada. Mudah-mudahan di hari yang penting ini menggugah kita semua untuk bersatu, melangkah bersama memerangi kejahatan yang sangat menghancurkan negara dan bangsa kita," ucap Presiden di akhir pidato sambutannya.Di panggung peringatan, terpampang layar projector yang menampilkan bagaimana SMS dikirim. Bunyi SMS yang dikirim Presiden: Presiden RI. Stop penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita, menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju. Isi SMS tersebut ditampilkan dalam sebuah layar projector yang dipasang pada panggung peringatan. Pada layar projector lainnya tertulis bahwa SMS tersebut telah dikirimkan oleh masing-masing operator telepon selular. Pada layar lainnya tertulis: SMS has been sent by the operator. Logo para operator selular pun juga ditampilkan, antara lain PT Telkom, Telkomsel, Flexi, Indosat, XL, Matrix, IM3 dan Mentari. Pada bagian atas layar terdapat logo Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya, Ketua BNN sekaligus Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar dalam pidatonya sempat mengajukan permintaan kepada Presiden untuk berkirim SMS kepada publik. Kapolri meminta agar SMS yang dikirim Presiden berisi imbauan pencegahan penggunaan narkoba. Menurut Kapolri, yang sangat penting dilaksanakan saat ini adalah melibatkan masyarakat secara aktif untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing. Upaya ini, menurut Kapolri, bisa dimulai dari tingkat keluarga. Sebab, saat ini peredaran obat terlarang tersebut sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Data BNN hingga Mei 2005 menunjukkan bahwa sebesar 3,5 juta atau 1,5 % penduduk Indonesia saat ini disinyalir menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Cara SBY mengimbau rakyatnya, tidak biasa dilakukan pemimpin negara terdahulu. Efektif kah? (ism/)





Hide Ads