Senin, 12 Mar 2018 15:27 WIB

Elon Musk Ceritakan Masa Kelamnya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Jakarta - Meski deretan perusahaan yang dipimpinnya saat ini tengah berada di masa jaya, Elon Musk sempat berada di titik terendah dalam urusan bisnis maupun kehidupannya.

Dalam ajang South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat, Elon menceritakan bagaimana dua dari tiga perusahaan yang dipimpinnya hampir mengalami kebangkrutan pada 2008 lalu. Dua nama itu adalah SpaceX dan Tesla.

"2008 merupakan tahun yang benar-benar sulit. Roket Falcon 1 gagal meluncur untuk ketiga kalinya. Tesla pun hampir bangkrut hanya dua hari sebelum Natal," ujarnya, seperti detikINET kutip dari BBC, Senin (12/3/2018).

Pada saat itu, ia mengaku hanya memiliki USD 40 juta. Elon pun mengatakan dirinya dibuat pusing bagaimana uang itu harus digunakan, karena langkah apapun seakan membawanya menuju kehancuran.

"Saya bisa menempatkan semua uang itu ke satu perusahaan dan yang satunya akan mati. Atau, saya bisa membaginya secara rata untuk SpaceX dan Tesla, lalu kemudian keduanya akan benar-benar mati," katanya.



"Pada akhirnya, saya menempatkan uangnya secara merata ke SpaceX dan Tesla, karena membangun sesuatu ibarat memiliki bayi, tidak bisa memilih. Untungnya keduanya bisa melewati masa sulit hingga saat ini," lanjutnya.

Ia menambahkan, SpaceX dan Tesla hidup dengan bermodalkan keuntungan yang sangat tipis, sehingga jika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, keduanya akan mati.

Pada masa sulit tersebut, dirinya pun harus mengepalai bidang teknis untuk Falcon 1 karena ia tidak dapat menarik orang-orang berkompeten yang mau bergabung di perusahaannya. Pria yang kerap dijuluki 'Iron Man' di dunia nyata ini pun tak mau mempertaruhkan perusahaan ke tangan orang yang tidak memenuhi standarnya.

Uniknya, ia masih menghabiskan banyak waktunya bekerja dalam merancang teknis di SpaceX dan Tesla. Padahal, ia bisa mempekerjakan talenta berbakat sebanyak yang ia mau, karena kedua perusahaan tersebut sudah memiliki nama besar.

Selain bisnisnya yang mengalami kemunduran pada saat itu, kehidupan pribadi Elon Musk juga dirundung masalah dengan perceraian yang menimpa rumah tangganya. Ia pun mengaku harus meminjam uang kepada teman-temannya untuk membayar uang sewa yang ditanggungnya.

Elon Musk Ceritakan Masa KelamnyaFoto: Elon Musk dan mobil Tesla (Recode)


Awal Mula SpaceX, Tesla, dan The Boring Company

Tidak hanya menceritakan masa sulit perusahaannya, Elon Musk juga berbagi sedikit mengenai awal mula SpaceX, Tesla, dan juga The Boring Company lahir.

"Saya mengira bahwa SpaceX dan Tesla memiliki kemungkinan untuk sukses kurang dari 10%. Pada masa-masa awal di 2002, saya bahkan tidak memperbolehkan teman-teman untuk berinvetasi di sini karena saya tidak mau menghilangkan uang mereka," ujarnya.



Dana awal untuk SpaceX dan Tesla pun didapat Elon saat PayPal, sistem pembayaran online yang diciptakannya, dibeli Ebay dengan nilai USD 180 juta pada 2002. Uang tersebut dibaginya secara rata, USD 90 juta untuk masing-masing SpaceX dan Tesla.

Sedangkan untuk The Boring Company, ia mengaku bahwa perusahaan ini bermula dari sebuah candaan karena ia merasa nama tersebut sangat lucu. Ia pun kerap menulis cuitan melalui akun Twitter pribadinya mengenai perusahaannya tersebut.

Meski aktif menggunggah kicauan, nyatanya Elon mengaku bahwa The Boring Company hanya menyita sekitar 2% dari waktunya. Angka tersebut pun sangat jauh dibandingkan dengan pekerjaan di SpaceX dan Tesla yang bisa menghabiskan 80%-90% dari waktunya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed