Senin, 12 Mar 2018 10:37 WIB

Steve Wozniak, Otak Apple yang 'Dimanfaatkan' Steve Jobs

Fino Yurio Kristo - detikInet
Steve Jobs dan Steve Wozniak. Foto: Phone Arena Steve Jobs dan Steve Wozniak. Foto: Phone Arena
Jakarta - Mungkin cerita Steve Wozniak sama dengan Paul Allen di Microsoft. Jika Allen kalah tenar dari pendiri Microsoft lainnya, Bill Gates, maka Wozniak kalah populer dari Steve Jobs. Padahal pria yang akrab dipanggil Woz itu justru otaknya Apple di masa-masa awal.



Lahir 66 tahun lalu, Woz sudah pintar sejak kecil. Mungkin terlalu pintar dibanding dengan siswa sebayanya sehingga dia mengaku tak punya banyak teman. "Aku selalu sendirian," katanya yang dikutip detikINET dari Wired.

Salah satu teman yang cocok dengannya adalah Steve Jobs karena mereka sama-sama suka hal berbau elektronik. Selain itu, sama-sama jahil. Mereka pun jadi teman akrab.

"Kami pertama kali bertemu tahun 1971 saat aku kuliah dan dia SMA. Seorang teman berkata aku harus menemuinya karena dia suka elektronik. Dia mengenalkanku pada Jobs," kisah Woz.

Tahun 1976, Wozniak menciptakan komputer yang membuatnya terkenal di kemudian hari, yaitu Apple 1. Ya, komputer pertama dalam sejarah Apple secara teknis adalah murni buatan Woz, dijual seharga USD 666,6 kala itu.

Steve Wozniak, Otak Apple yang 'Dimanfaatkan' Steve JobsFoto: Phone Arena


Apple I awalnya dibuat hanya 200 unit. Karena sangat langka, komputer Apple I sangat diburu sekarang ini dan harganya pun selangit.

Itulah permulaan Apple Computer yang didirikan pada 1 April 1976. Komputer Apple II pun adalah hasil karya Wozniak.

"Steve Jobs itu tak punya peran apa-apa dalam desain komputer Apple I dan Apple II dan interface printer dan serial interface dan floppy disk serta hal-hal yang kuciptakan untuk mempercanggih komputer itu," kata Woz dalam sebuah wawancara.

"Dia tidak mengerti teknologi. Tapi dia ingin menjadi penting dan orang penting selalu adalah orang bisnis. Jadi itulah yang ingin dilakukannya," lanjut Woz.

Awal tahun 1985, Wozniak meninggalkan Apple dan tak pernah kembali walaupun ia masih berstatus pegawai Apple dan masih digaji. Salah satu yang memicunya adalah kecelakaan pesawat yang cukup fatal.

Saat itu tahun 1982. Apple berkembang pesat berkat visi brilian Jobs dan kecerdasan Wozniak. Saat itu, Woz gemar mengemudikan pesawat, ia memiliki lisensi pilot.

Di hari nahas itu, Woz menjadi pilot pesawat Bonanza A36TC yang lepas landas dari bandara di ScottsValley di California. Ketika menuju ketinggian, pesawat mendadak tak dapat dikendalikan dan jatuh ke landasan bandara.

Woz dan tiga penumpang pesawat itu terluka cukup parah. Wajah dan kepala Woz mengalami luka, dia juga kehilangan gigi. Selain itu, Woz amnesia. Dia tak dapat mengingat peristiwa kecelakaan itu, bahkan namanya pun sempat ia lupa. Untung ingatan Woz pulih, antara lain berkat komputer Apple II yang membantu pikirannya.

Kecelakaan tersebut membuat Woz absen beberapa lama dari Apple. Baru tahun 1983 dia kembali sebagai engineer. Ia tak ingin posisi lebih tinggi karena hal-hal berbau teknis adalah kegemarannya.

Woz memang tidak begitu menyukai posisi di manajemen, pemalu dan senang berada di balik layar. Akhirnya karena merasa tak dibutuhkan lagi di Apple, Woz keluar tahun 1985 dan menjual sebagian besar sahamnya. Ia juga menganggap Apple menuju ke arah yang salah.

Begitulah, Woz hanya berkiprah sangat singkat di Apple selama sekitar 9 tahun. Tapi meskipun sudah keluar, seperti sudah disebutkan dia masih dianggap pegawai Apple dan tetap mendapatkan gaji.

Steve Wozniak, Otak Apple yang 'Dimanfaatkan' Steve JobsFoto: Phone Arena


Selepas dari Apple itu, Wozniak terlibat mendirikan beberapa perusahaan teknologi. Yang pasti dia menikmati hidupnya. Suka pula memakai beragam jenis gadget, tidak melulu Apple. Banyak ponsel Android jadi favoritnya.

Merindukan Jobs

Walau hubungan mereka banyak pasang surut, Woz mengakui kalau Jobs adalah pebisnis yang hebat dan teman baiknya.

Meski mungkin kurang mengerti hal-hal berbau teknis, Jobs dikenal sebagai visioner dan mampu memotivasi orang-orang di sekitarnya. Sehingga Apple menjadi perusahaan teknologi raksasa.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada tahun 2012, Woz pernah banyak bercerita soal kiprahnya di Apple. Dan betapa dia merindukan sosok Jobs yang telah meninggal dunia karena kanker.

"Aku pergi meninggalkan Apple karena punya ide membangun remote control universal. Aku juga mengembangkan pengganti hardisk dengan chip seperti solid disc state. Aku cinta mengembangkan barang-barang baru. Aku juga sempat amnesia setelah kecelakaan pesawat. Kemudian, aku juga kembali kuliah di UC Barkeley untuk mengejar ketertinggalan," Woz mengungkapkan alasannya pergi dari Apple.

Steve Wozniak, Otak Apple yang 'Dimanfaatkan' Steve JobsSteve Wozniak sekarang. Foto: Getty Images


"Sedangkan Jobs, dia memiliki reputasi buruk pada titik tertentu. Dia diberhentikan dari perannya setelah mencoba untuk memecat CEO kami. Dia diberhentikan dari otoritasnya tetapi tidak keluar dari Apple. Dia merasa dihambat untuk melakukan hal yang ia cintai. Mencoba untuk membangun sebuah komputer besar bagi dunia. Produk-produk Apple benar-benar mendefinisikan pekerjaan Steve. Hampir semua produk Apple adalah representasi dari Steve Jobs," lanjut dia.

"Sekarang Steve Jobs sudah pergi meninggalkan kita. Betapa aku sangat merindukannya. Aku berharap dia ada di sini, menemani saya berbagi pengetahuan dan passion tentang teknologi. Aku rasa tak ada pemimpin teknologi seperti dia," kenang Woz ketika itu. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed