Penasaran dengan Kehidupan Alien
Teleskop Pencari Alien Mulai Dioperasikan
- detikInet
Jakarta -
Teleskop pertama yang di desain untuk mencari kehidupan alien mulai beroperasi bulan ini. Berawal di daerah California Utara, radio teleskop terbaru ini, mulai dioperasikan oleh Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI).The Allen Telescope Array, demikian teleskop tersebut dinamai. Teleskop ini terbuat dari 350 atau lebih bahan aluminium perak berbentuk piring, yang disebar di sepanjang 90 acres (0,36 Km persegi). Nama Allen diambil dari pendiri Microsoft yang banyak menyumbang untuk program ini, Paul Allen. Meski masih dalam pengembangan, teleskop tersebut diharapkan bisa mendiagnosa lebih banyak bintang dalam satu atau dua tahun, dibanding dengan hasil penelitian para ilmuan bumi selama 45 tahun ini. "Di luar sana mungkin saja ada miliaran alien, yang memancarkan gelombang radio di sekitar mereka, tapi kita belum mampu mendeteksi mereka," kata Michael M. Davis, Astronom, seperti dikutip dari Washington Post yang dikutip detikinet Selasa (31/5/2005).Teknologi canggih selalu jadi tempat bagi para pemimpi, bagi mereka yang percaya kemampuan ilmu pengetahuan untu menyelesaikan setiap masalah. Membuat alat pencari alien menjadi tantangan seumur hidup bagi para teknokrat. Kebanyakan dari mereka memiliki masa kecil yang dipengaruhi oleh film 'Star Wars' dan 'Star Trek', serta membaca komik tentang pahlawan super yang berasal dari planet antah berantah."Menggunakan perangkat keras dan piranti lunak untuk mencari arti kehidupan, hal tersebut sangat menarik perhatian mereka secara filosofi dan teknis," kata Seth Shostak, Astronom terlatih SETI dari Institut Teknologi California.SETI adalah sebuah proyek yang saat ini masih berlangsung, untuk menemukan kehidupan lain di luar Galaksi.Allen mengatakan, semasa kanak-kanak dia setiap minggu pergi ke perpustakaan bersama ibunya dan selalu pulang dengan membawa setumpuk buku fiksi ilmiah. Hal tersebut yang membuat dia selalu memimpikan 'ide gila'. Allen yang membantu dana penelitian museum fiksi ilmiah di Seattle mengatakan, orang pertama yang berjalan di bulan lah yang membuat dia percaya bahwa teknologi bisa membuat 'ide gila'nya menjadi kenyataan.
(nks/)