Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Agar Mudah Dilacak
Lumba-Lumba Juga akan Berponsel
Agar Mudah Dilacak

Lumba-Lumba Juga akan Berponsel


- detikInet

Jakarta - Bagaimana caranya mengetahui di mana ada lumba-lumba? Memang mereka suka loncat tiba-tiba dari dalam laut, tapi bisa kah dipastikan di mana mahluk lucu itu akan muncul? Untungnya kini mereka mengenakan 'ponsel kalung' yang bisa digunakan untuk melacak. Pemanfaatan teknologi ponsel untuk melacak keberadaan lumba-lumba di Cape Town, Afrika sedianya akan dilakukan bulan depan. "Kami akan mengadakan ujicoba dengan kalung SIM card yang bisa lepas dalam waktu 10 hari," tandas Martin Haupt, pembuat piranti pelacak binatang dari Africa Wildlife Tracking, seperti dilansir Reuters dan dikutip detikinet Sabtu (21/5/2005).Pelacakan dilakukan melalui sim card yang terpasang di leher mamalia laut itu. Sim card itu juga diharapkan dapat memberi informasi seputar kebiasaan makhluk laut lain.Ada sejumlah alasan kenapa ilmuwan menggunakan lumba-lumba untuk penelitian kali ini. Disinyalir, lumba lumba adalah hewan yang punya kebiasaan berenang hanya di sekitar area pantai. Dengan sendirinya ini akan memudahkan penangkapan untuk pemasangan 'kerah' SIM card.Selain itu, hewan berwarna abu-abu ini suka berakrobat di udara. Artinya, mereka akan berada di permukaan cukup lama sehingga sinyal mudah untuk ditangkap.Sinyal ponsel pun memiliki jangkauan sejauh 2,5 km dari garis pantai hingga ke tengah laut. Yang notabene masih dalam cakupan daerah peredaran lumba-lumba.Setelah lumba-lumba, target pemasangan 'kerah' berikutnya diperkirakan, ikan paus! Kendalanya, bagaimana menangkap ikan paus untuk memasang alat? Hingga kini ilmuwan masih mencari cara.Gajah Sudah Lebih DuluHaupt mengatakan, teknologi ponsel kini telah berevolusi sedemikian pesatnya selama empat tahun terakhir. Sekitar 200 hewan liar Afrika kini telah dipasangi 'kerah' berteknologi tersebut. Termasuk gajah, zebra dan babon. "Teknologi ini lebih ekonomis dibanding memakai bantuan satelit. Cuma seharga satu kali pengiriman SMS," demikian tutur Haupt."Lagipula, baterainya lebih tahan lama dibandingkan baterai yang digunakan pada alat lama. Sistem yang digunakan kini adalah sistem pelacakan berbasis GPS (Global Positioning System)," tandasnya.Dengan hanya mengirim SMS, ilmuwan dapat langsung mengetahui lokasi gajah yang dimaksud. Bahkan, koordinat cakupan keberadaan gajah-gajah tersebut dapat juga diketahui.Hal ini berguna untuk mengetahui apakah gajah-gajah itu berada di batas area aman atau tidak. Sehingga diharapkan bisa mengurangi masuknya gajah liar ke area pemukiman penduduk yang acap kali dirasakan mengganggu.Sayangnya, hal-hal semacam ini belum ada di Indonesia. Hewan-hewan memakai kalung ponsel hanya dapat ditemukan di Afrika Selatan, Kenya, Botswana dan Kamerun.Meski begitu, tantangan terbesar dari teknologi ini yang jelas-jelas tak terelakkan adalah, daerah penerimaan sinyalnya masih terbatas. Namun, karena Afrika semakin melaju ke arah era nirkabel, ilmuwan-ilmuwan di sana sepertinya akan tetap memperluas pemanfaatan teknologi ponsel ini. (wsh/)





Hide Ads