Judith Tak Kuasa Menahan Air Mata
Onno: AWARI Berbenahlah!
- detikInet
Jakarta -
Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup menekan batinnya, anggota dewan ketua AWARI Judith M.S., tak kuasa air mata. Dedengkot Internet Onno W. Purbo meminta organisasi itu untuk segera berbenah. Senin (04/04/2005), Judith M.S, anggota dewan ketua Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI), menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian Resort (Polres) Cilacap. Pagi ini, Selasa (05/04/2005), Judith menghubungi detikcom untuk mengabarkan bahwa dirinya baik-baik saja. Menurut Judith, pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terasa sangat melelahkan. Karena pemeriksaan itu berlangsung hingga larut malam, dan dijalaninya seorang diri tanpa didampingi oleh siapapun. "Saya tidak diizinkan dihubungi ataupun menghubungi siapapun," ujarnya dengan nada suara yang menyiratkan kegetiran, seperti memendam kekecewaan yang amat sangat.Bahkan, menurut Judith, tekanan yang diterima betul-betul diluar dugaan. Sehingga setelah pemeriksaan yang sangat menekan perasaan tersebut usai, tanpa disadari air mata jatuh membasahi pipinya. Kepada detikcom Judith mengemukakan harapannya. "Sebenarnya yang dapat mengubah keadaan adalah pelaku industri di daerah masing-masing. Jika mereka nrimo atau 'tutup mata' dengan kondisi yang ada, maka jangan harap keadaan akan berubah," tukasnya.Harus BerbenahOnno W. Purbo, penggiat teknologi informasi, menyarankan kepada komunitas AWARI di mailing list Asosiasi Warnet untuk melakukan pembenahan. Menurut Onno, anggota AWARI di daerah harus bisa solid dan mau melakukan tindakan. "Lebih enak melegalkan sebuah organisasi kalau yang dilapangan mau real berkontribusi dan bergerak, kalau sendiri-sendiri berabe lah," ujar Onno.Jika Awari masih terpecah-belah dan tidak memiliki kesatuan, lanjut Onno, percuma saja membuat badan hukum. "Buat saya sih selama yang di lapangan masih sendiri-sendiri, mendingan yang di atasnya tidak dibuat solid. Karena kasihan yang ada di pusat kalau akarnya rapuh," ujar Onno. Hal senada juga diungkapkan Michael Sunggiardi, salah satu anggota dewan ketua Awari. "Saya sudah berkali-kali bilang, saya tidak mau membuat satu organisasi, kalau belum jelas. Sekarang sih oke bersama-sama, tapi kemudian hilang lagi, ribut lagi. Jadi belum ada perekatnya," tutur Michael.Selain kesatuan secara organisasi, Michael memandang perlunya sebuah proyek bersama Awari yang bisa menghasilkan uang untuk menutup biaya operasional organisasi. "Sekarang kalau ada organisasi, siapa yang mau membayar pengurusnya? Artinya harus ada orang lain yang profesional untuk melakukan tugas day to day, artinya musti ada budget," ia menjelaskan kepada detikinet.Menurut sumber detikcom, pihak polisi yang banyak melakukan sweeping software bajakan di daerah-daerah konon sebelumnya telah mendapatkan 'pembekalan' dari pihak Business Software Alliance (BSA). Sayangnya pembekalan tersebut diindikasikan tidak semata-mata untuk penegakan hukum tetapi untuk melakukan 'pemalakan'.
(wsh/)