Internet Masuk Sekolah, Siswa Makin Sulit Ngibul
- detikInet
Jakarta -
Para pelajar sekarang sudah tidak bisa lagi berbohong soal absensi dan nilai. Para orang tua murid juga bisa memantau perkembangan dan kegiatan anaknya lewat internet.Itu berlaku di sekolah-sekolah yang sudah ambil bagian dalam program Internet Goes To School. Orang tua, murid dan guru bisa saling berinteraksi dan berdiskusi. Jadi kemungkinan murid untuk bolos atau berbohong tentang nilai pelajarannya sangat kecil. Program tersebut difasilitasi PT. Telkom melalui situs www.telkomsekolah-online.net. Untuk mengakses fitur-fitur diatas, orang tua, murid, guru serta sekolah harus terdaftar dan punya hak akses.Hal tersebut disampaikan Ermady Dahlan, Kadivre II Telkom Jakarta pada acara temu wartawan mengenai 'Internet Goes To School (IG2S)' di Planet Hollywood, Jakarta, Jumat (13/05/2005). Dahlan mengatakan, dengan real time Telkom online school, para orang tua murid tidak perlu datang lagi ke sekolah hanya untuk memantau pendidikan anak.Selain itu situs tersebut juga menyediakan berbagai fitur seperti forum diskusi, kalender akademis, pekerjaan rumah (PR), profil sekolah, belajar secara online, siswa berprestasi, pojok guru, pojok mading, kuis serta tips dan trik belajar. Situs yang bersifat interaktif ini memungkinkan semua elemen sekolah bisa saling berhubungan.Telkom mengklaim program yang dimulai sejak 31 Mei 2004 ini, digelarnya untuk mencerdaskan bangsa. Sampai sekarang program ini diikuti oleh 1.072 sekolah, 1.619 guru serta 25.000 siswa. Dari 150 sekolah partisipan, admin sekolah yang turut serta berjumlah 250 orang.Menurut Suryatin Setiawan, Direktur Jasa Telkom, program tersebut diharapkan bisa memenuhi harapan industri yang mengeluhkan sistem pendidikan di Indonesia. "Dengan proses sosialisasi internet, siswa di Indonesia bisa lebih sigap akan apa yang dibutuhkan untuk industri dan menjadi tenaga siap pakai," katanya."Bukan tidak mungkin nantinya murid lebih pintar dari gurunya, tapi gurunya juga nggak boleh kalah juga donk," ujar Suryatin pada acara penyerahan bantuan 400 komputer untuk sekolah dan pemberian diskon akses internet speedy 50 persen untuk komunitas sekolah. Menurutnya, internet menjadi nilai tambah dalam pendidikan akademis.
(nks/)