Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Spam Hidup Karena Pengguna E-mail

Spam Hidup Karena Pengguna E-mail


- detikInet

Jakarta - Spam memang mengganggu pengguna e-mail. Tapi kebiasaan buruk pengguna e-mail juga yang menyebabkan Spam tetap bertahan hidup sampai sekarang. Kebiasaan seperti apa?Hal itu terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan Mirapoint, perusahaan keamanan komputer, dan Radicati, peneliti pasar. Survei itu menunjukkan bahwa sepertiga pengguna e-mail membuka link dalam pesan Spam.Spam adalah pesan e-mail sampah yang berisi promosi dan dikirimkan secara massal. Korban Spam akan mendapati Inbox-nya dipenuhi oleh pesan-pesan tak berguna yang bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menghapusnya.Sudah menjadi rahasia umum kalau banyak produk yang ditawarkan lewat Spam adalah produk palsu, seperti pil Viagra palsu dan sejenisnya. Namun, survei itu juga mengungkapkan bahwa satu dari sepuluh pengguna e-mail berusaha membeli produk yang ditawarkan lewat pesan Spam.Seperti dikutip oleh BBC, Kamis (24/03/2005), fakta adanya pengguna yang membeli produk dari Spam membuat bisnis Spam tetap menarik. "Data ini mengejutkan kami. Ini menjelaskan mengapa ancaman keamanan lewat e-mail, termasuk Spam, virus dan penipuan, tetap hidup," ujar Marcel Nienhaus, analis Radicati, kepada BBC.Nienhaus menyebut apa yang dilakukan pengguna e-mail itu sebagai 'kebiasaan buruk'. Membuka link dalam pesan Spam bisa jadi membuka pintu bagi masuknya virus atau program jahat lainnya. Selain itu, 'kebiasaan' itu akan memberi petunjuk bagi pengirim Spam akan adanya alamat e-mail yang aktif. Alamat e-mail yang aktif merupakan 'harta karun' bagi pengirim Spam.Seks dan DinosaurusClearswift, sebuah perusahaan keamanan internet, menyebutkan terjadinya peningkatan jumlah Spam yang membawa pesan seks. Selama satu bulan terakhir, jumlah Spam seperti itu konon meningkat sebanyak 180 persen.Spam tersebut biasanya memberikan tawaran hubungan intim dari seorang wanita. Namun ketika link dalam e-mail Spam itu dibuka, pengguna akan dihadapkan pada sebuah situs porno."Tanpa bermaksud menyinggung siapa-siapa, mereka yang menyambut iklan semacam itu agaknya berharap akan 'terjadi sesuatu', tapi selain pesan itu benar-benar palsu, membuka Link Spam dapat mengundang banyak masalah lain," ujar Alyn Hockey, Direktur Riset Clearswift.Data Sophos, perusahaan antivirus pemantau arus e-mail, menunjukkan dari 50 kata yang sering digunakan spammer, tujuh diantaranya adalah kata-kata vulgar. Kata-kata tersebut digunakan untuk menembus software anti-spam.Menurut Graham Cluley, konsultan senior Sophos, spammer biasa menggunakan kata-kata dengan ejaan yang salah untuk menembus software anti-spam. "Daftar kata-kata yang umumnya disembunyikan oleh spammer dari software anti-spam menunjukkan 'tema favorit' narkoba, seks dan uang," ujarnya.Cluley menekankan bahwa software anti-spam hanya solusi parsial bagi masalah Spam. "Orang harus bisa melawan kebiasaan untuk membeli dari e-mail Spam. Jika tidak ada yang merespon Spam dan tidak ada yang membeli produk yang diiklankan lewat Spam, maka Spam akan punah seperti dinosaurus," tukasnya. (wsh/)







Hide Ads