Senin, 26 Feb 2018 09:07 WIB

Telegram Lebih Perkasa di Ethiopia Ketimbang WhatsApp

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Telegram Foto: Telegram
Jakarta - Di sejumlah negara di dunia, WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang populer digunakan. Aplikasi milik Facebook ini bahkan telah memiliki jumlah pengguna di kisaran 1 miliar orang.

Namun jika melongok ke negara Ethiopia, nama besar WhatsApp tampaknya tak begitu menarik perhatian. Pasalnya di negara tersebut aplikasi milik Pavel Durov, Telegram, justru lebih populer.

Berdasarkan data dari Google Play Store pada Desember 2017 lalu, Ethiopia, Iran, dan Uzbekistan merupakan negara yang netizennya paling banyak menggunakan Telegram.

Secara global, Telegram telah memiliki 200 juta pengguna. Tentunya terpaut sangat jauh dengan WhatsApp yang berada di kisaran 1 miliar pengguna secara global.

Lantas mengapa Telegram lebih populer di Ethiopia ketimbang WhatsApp? Dikutip detikINET dari Quartz, Senin (26/2/2018), ada beberapa alasan mengapa netizen di Ethiopia lebih memilih Telegram.

Pertama, karena memiliki ukuran file yang lebih rendah. Saat diunduh, Telegram hanya memiliki data sebesar 49 MB sedangkan WhatsApp memiliki ukuran file 103 MB.

Penetrasi internet di Ethiopia masih terbilang sulit yakni 15% dari populasi sebesar 105 juta jiwa. Terlebih lagi dari 53 juta penduduk yang telah mengenal internet hanya 3,8 juta penduduk yang aktif di media sosial.

Kemudian dari segi harga langganan paket data, negara ini tergolong yang memiliki harga tinggi dan tak kompetitif. Apalagi layanan internet di negara tersebut dikuasai oleh operator pemerintah yakni Ethio Telecom.

Kedua, karena memiliki fitur enkripsi end-to-end. Fitur ini berguna agar masyarakat lebih nyaman saat mengobrol via chatting. Perlu diketahui bahwa Ethiopia termasuk negara yang ketat soal aktivitas di dunia maya.

Berdasarkan penelitian, negara itu bahkan sampai memiliki program mata-mata atau spyware yang mencari para pembakang yang menyebarkan gerakan anti-pemerintah.

Ketiga, Telegram memiliki kapasitas anggota grup yang lebih banyak ketimbang WhatsApp. Aplikasi itu bahkan bisa menampung anggota hingga 100.000 orang di grup obrolan. Sementara WhatsApp baru bisa menampung 256 orang.

Keempat, bisa dijadikan platform berbisnis. Dengan Telegram masyarakat Ethiopia bisa berjualan, berpromosi dan membeli barang secara online tanpa harus membangun sistem e-commerce.

Selain itu pertimbangan lain mereka memilih Telegram adalah karena bisa mengirimkan file berukuran besar seperti dokumen, video, dan audiobook. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed