Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Terhalang Tembok Tebal
Gereja Minta Akses Internet Nirkabel
Terhalang Tembok Tebal

Gereja Minta Akses Internet Nirkabel


- detikInet

Jakarta - Tembok tebal sebuah gereja di Cardiff, Inggris, menghalangi masuknya sinyal-sinyal untuk piranti bergerak. British Telcomm pun memenuhi permintaan pendetanya untuk menyediakan jaringan internet nirkabel di dalam gereja. Akhirnya sebuah alat khusus untuk menerima sinyal nirkabel, dipasang di lorong utara gereja St. John tersebut. Pendeta Keith Kimber sekarang bukan cuma melayani pernikahan, pembaptisan, atau kebaktian hari Minggu, tapi juga berjelajah internet broadband nirkabel! Wah, pendeta moderen..."Saya berharap dengan adanya koneksi nirkabel ini, makin banyak orang datang ke gereja St. John ini. Menurut saya siapa saja bisa datang. Karena gereja adalah rumah bagi semua orang," ujar Pendeta Kimber, seperti dilansir BBC News dan dikutip detikinet Kamis (2/6/2005). Pusat kota Cardiff -- tempat dimana gereja tersebut berada -- dan sebagian teluk Cardiff kini sudak tercakup dengan lebih dari 100 titik jaringan internet nirkabel. Pengadaan jaringan ini adalah hasil kerjasama Pemerintah Kota Cardiff dengan British Telcomm Openzone. Awal mulanya layanan ini sampai di gereja St. John, adalah karena Pendeta Kimber merasa kesulitan saat harus mengakses internet di gereja tersebut. Masalahnya karena tembok gereja yang terlalu tebal sehingga menghalangi berbagai sinyal telekomunikasi sampai ke dalam ruangan. Hal ini sebetulnya masih dapat diatasi dengan membuka pintu gereja selebar-lebarnya. Namun tidak mungkin terus-terusan dibiarkan terbuka. Pendeta Kimber memang sering membuat khotbah dan mengatur segala hal dari jarak jauh lewat laptop miliknya. Maka dari itu, ia sering mengakses internet. Menurut dia, laptop adalah benda yang tak dapat dipisahkan dari pekerjaan sehari-hari. Karena lewat laptop, ia dapat berkomunikasi dengan banyak orang yang membutuhkan pelayan gereja. Sementara di Indonesia, pemilik notebook berkemampuan wireless masih kesulitan mengakses internet nirkabel. Hal ini disebabkan minimnya Wi-Fi hotspot yang memungkinkan penggunanya untuk online. Meski sudah dibentuk konsorsium untuk mendorong perkembangan dan pemanfaatan teknologi internet nirkabel, tetap saja dalam aplikasinya belum total. Konsorsium bernama Indonesian Wi-Fi Consortium ini, sampai saat ini kebanyakan membangun titik akses internet nirkabel yang terpusat di Jakarta saja. Kalau selama ini baru menyentuh area komersil seperti kafe dan restoran saja, mungkin sebentar lagi bisa sampai di tempat ibadah. Seperti yang terjadi di Cardiff. Siapa tahu kan? (nks/)







Hide Ads