Tak tanggung-tanggung, jumlah 'saweran' yang diberikan berjumlah USD 50 juta atau sekitar Rp 682 miliar. Dana sebesar itu diberikan Acton kepada Signal, sebuah layanan perpesanan yang berbasis enkripsi.
Baca juga: Pendiri WhatsApp Hengkang, Ada Apa Gerangan? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di bawah naungan Signal Foundation Acton mengungkap bahwa visi jangka panjangnya adalah untuk menyediakan layanan yang sesuai misi inti yayasan.
Di Signal Foundation Moxie Marlinspike menjabat sebagai CEO sementara Brian Acton menduduki executive chairman, dikutip detikINET dari The Next Web, Kamis (22/2/2018).
Menjelang akhir 2017, Brian Acton mengumumkan keputusan yang cukup mencengangkan. Ia memilih hengkang dari WhatsApp yang telah dimiliki Facebook. WhatsApp didirikannya bersama sang sahabat, Jan Koum.
Memang saat itu Acton sempat mengatakan akan mendirikan yayasan yang memiliki fokus di antara organisasi nirlaba, teknologi dan komunikasi. Namun ia tak menyebut secara pasti nama organisasi yang akan disinggahinya. (fyk/rou)