Kamis, 22 Feb 2018 14:20 WIB

Twitter Mulai Ancam Jasa Buzzer

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Twitter mulai memperketat aturan guna mencegah banjir kicauan yang berasal dari akun-akun bot. Hal itu tertera dalam pedomannya yang dirilis belum lama ini.

Mulai 23 Maret 2018 mendatang, Twitter akan melakukan pencegahan terhadap kicauan yang disebarkan secara masif di layanannya dengan memperbarui pedoman di Tweetdeck.

Aplikasi tersebut kerap digunakan oleh buzzer, yakni orang yang menyebarkan informasi agar populer di media sosial. Di luar sana, aktivitas penyebaran tweet melalui Tweetdeck disebut dengan tweetdecking, sementara pelakunya disebut tweetdecker.

Berdasarkan pedoman yang dirilis Twitter, aplikasi tersebut tak diizinkan untuk mengicaukan konten yang sama atau secara substansi memiliki kemiripan dengan sejumlah akun.

Kemudian, Twitter juga melarang orang-orang untuk menggunakan beberapa akun untuk memberikan like, retweet, maupun mengikuti banyak akun di saat yang sama.

Untuk mencegah kicauan menjadi viral, Twitter pun melarang Tweetdeck dalam penyebaran kicauan serupa dengan hashtag tertentu melalui banyak akun.

Selain itu, pencegahan juga dilakukan melalui larangan pada pengguna yang berusaha menuliskan tweet serupa dengan tujuan untuk masuk dalam daftar trending topic Twitter.

Dengan demikian, pengguna Tweetdeck tak akan lagi bisa menyebarkan banyak tweet, melakukan retweet, like maupun mengikuti akun beberapa akun lain di kesempatan yang sama.

Upaya ini dilakukan Twitter dalam memberantas aksi spamming yang berkaca dari proses pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 di mana banyak ditemukan akun bot. Demikian dikutip detikINET dari Engadget, Kamis (22/2/2018). (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed