Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gara-gara Pakai VoIP
911 Gagal Selamatkan Nyawa
Gara-gara Pakai VoIP

911 Gagal Selamatkan Nyawa


- detikInet

Jakarta - Teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) telah dimanfaatkan pemerintah Amerika Serikat untuk menghubungi nomor gawat darurat 911. Tetapi layanan ini belum optimal melayani warga, sampai-sampai nyawa seseorang gagal terselamatkan karenanya.Layanan VoIP 911 dikeluhkan warga Texas karena tidak bisa berfungsi dengan baik. Seperti dikutip dari Red Herring, salah seorang warga menuntut penyedia layanan, Vonage Holdings, karena anaknya gagal tertolong saat tertembak. Padahal saat itu anaknya berusaha menghubungi 911 dari perangkat Vonage, tapi 911 tidak bisa dihubungi. Negara Bagian Texas saat ini menuntut Vonage Holdings atas tuduhan gagal dalam menginformasikan keberadaan atau kekurangan akses layanan 911. Kevin Martin, ketua komisi telekomunikasi Amerika Serikat, (Federal Communication Commision - FCC), telah memerintahkan stafnya untuk menyelidiki kegagalan akses layanan darurat 911 berbasis VoIP ini. Sementara itu, operator telekomunikasi Verizon mengungkap bahwa pihaknya telah mengimplementasikan sistem routing di New York. Sistem ini akan menghubungkan pelanggan layanan VoIP 911 ke pihak yang berwajib. Sistem tersebut akan me-route panggilan ke titik-titik penerima laporan keamanan masyarakat, lalu para operator di titik-titik itu akan diberi database pelanggan, yang berisi nama dan alamat. Menurut Verizon, sistemnya belum tentu bisa memecahkan masalah yang dihadapi oleh operator VoIP. Masalahnya adalah pada kemampuan operator dalam mengkondisikan pelanggannya agar melakukan langkah tambahan, yaitu mendaftarkan diri ke layanan darurat 911. Padahal, langkah ini tidak perlu dilakukan oleh operator telepon tetap. Karena VoIP berjalan melalui internet dan tidak seperti telepon tradisional yang melalui jaringan telekomunikasi, sistem VoIP tidak punya akses menuju database darurat 911 yang sudah ada. Verizon dan perusahaan regional yang lain telah menginstal sistem trunking yang mengatur jalur panggilan VoIP 911 melalui database terpisah, tetapi database tersebut masih dalam perbaikan. Pelanggan VoIP terlebih dahulu harus menyimpan data pribadi mereka, seperti nama dan alamat. Ini dimaksudkan agar pihak operator otomatis bisa melihat data pribadi sang pelanggan, meski dia tidak bisa berbicara saat melakukan panggilan."Ini tugas yang amat berat, harus ada langkah kolaboratif. Kami punya masalah yang sama dengan operator nirkabel, yaitu harus membuat database sendiri," kata Mark Merchand, Juru Bicara dari Verizon. "Sulit sekali untuk mengumpulkan informasi pelanggan VoIP. Padahal itu dibutuhkan oleh operator mereka," tambahnya. (nks/)





Hide Ads