Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Polisi Cegah Aksi Protes Lewat SMS

Polisi Cegah Aksi Protes Lewat SMS


- detikInet

Jakarta - Tidak cuma warga yang menggunakan SMS untuk berpesan ria. Polisi Cina pun memanfaatkan layanan ini untuk melarang warganya memprovokasi aksi demo anti-Jepang. Aksi protes anti-Jepang tersebut disinyalir akan terjadi 5 Mei nanti. Hal ini sangat sensitif dari segi politik. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan momen bersejarah aksi protes anti-Jepang, yang dilakukan mahasiswa Cina tahun 1919 lalu. Momen ini sendiri adalah tonggak sejarah gerakan reformasi Cina.Selama ini poros Beijing - Tokyo memang sedang tegang. Dikhawatirkan, jika aksi protes ini terus-terusan berlangsung, akan membawa dampak buruk bagi hubungan diplomasi kedua negara itu.Oleh karenanya, Kepolisian Cina mengambil langkah jitu untuk menghalangi terjadinya aksi protes tersebut. Strateginya adalah dengan mengirim pesan singkat (SMS) kepada sekitar 30 juta pengguna ponsel, yang isinya menyarankan mereka untuk tidak menggubris rumor yang disebar dan ajakan untuk melakukan aktivitas ilegal itu.Aksi SMS polisi ini dilakukan di propinsi timur Cina, Jiangsu, dan sudah mulai dilancarkan minggu ini. Langkah cepat tersebut diambil untuk melawan penyebaran pesan propaganda para aktivis protes anti-Jepang, yang mungkin sudah lebih dahulu dilakukan.IM JugaSementara itu tak cuma di Jiangsu, Shanghai pun menyuruh para insan jurnalisnya untuk menyebar setidaknya 10 pesan SMS atau instant message (lewat internet) kepada teman atau kerabat dekat demi mencegah aksi ilegal itu.Dalam menjalankan usahanya, pihak Kepolisian Cina bekerja sama dengan agen berita Xinhua dan dua operator ponsel, China Mobile dan China Unicom. Pesan-pesan yang dibuat Xinhua atas nama kepolisian, nantinya akan disebarkan ke seluruh pelanggan layanan saluran ponsel China Mobile dan Unicom. Beberapa pesan juga akan dikirim ke pengguna layanan operator fixed-line China Telecom.Aksi pemerintah Cina lewat kepolisiannya itu adalah untuk menindaklanjuti aksi protes anti-Jepang serupa yang terjadi di Beijing dan Shanghai. Dalam aksi tersebut, kedutaan besar Jepang di Beijing dan kediaman duta besarnya dihujani lemparan batu. Insiden yang sama pun terjadi di kantor konsulat jenderal Jepang di Shanghai.Selain usaha SMS, rupanya situs pun dipantau. Diskusi online seputar kasus terkait diblokir. Sistem pengiriman pesan bermuatan kata-kata sensitif tertentu pun dihalangi. Sampai saat ini, Kepolisian Shanghai telah menahan 42 tertuduh yang diperkirakan terlibat demonstrasi. Walaupun pihak berwenang Cina menaruh simpatik terhadap aksi ini dan pada awalnya bermaksud menyelesaikan dengan cara halus, akhir-akhir ini mereka sepertinya sudah mulai mengambil pendekatan yang lebih tegas. Demikian menurut laporan FT.com yang dikutip detikinet Jumat (29/4/2005). (wsh/)







Hide Ads