Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ngekor Cina
Iran Perketat Pengawasan Internet
Ngekor Cina

Iran Perketat Pengawasan Internet


- detikInet

Jakarta - Pemerintah Iran memperketat pengawasan Internet. Mereka semakin giat memblokir konten dalam Bahasa Parsi, bahasa nasional Iran, serta membatasi jenis tulisan yang dapat ditampilkan di Blog (jurnal online). John Palfrey, peneliti dari Harvard University mengatakan, Iran telah menjadi serumit Cina untuk urusan penyaringan konten yang beredar di dunia maya. Bahkan disinyalir mereka mengekor teknik yang dimanfaatkan Cina dalam penyaringan konten.Sasaran aktivitas penyaringan di Iran ini sebelumnya adalah situs-situs berbahasa Inggris yang berlokasi di Amerika Serikat dan Eropa. Tetapi seiring dengan merebaknya Blog, penyedia jasa Internet diperintahkan untuk mempersulit penduduk Iran saling berhubungan lewat Internet.Salah satunya dengan menghalangi akses pengiriman pesan berisi kata-kata tertentu dalam bahasa Parsi. Demikian tutur Palfrey, seperti dilansir Associated Press dan dikutip detikinet Kamis (23/6/2005).Strategi yang diambil ini dirasa cukup jitu. Pasalnya, kebanyakan penduduk lebih tertarik dan hanya akan tergerak oleh informasi-informasi yang disajikan dalam bahasa mereka sendiri. Penjelasan ini disampaikan Ron Deibert, Profesor dari University of Toronto.Di sisi lain, Cina juga telah menegaskan blokir penggunaan beberapa kata dalam bahasa nasionalnya. Penulis Blog di Cina akan mendapatkan peringatan jika mereka menggunakan kata-kata 'demokrasi', 'kebebasan', juga 'hak asasi manusia'.Aktivis anti-sensor punya cara jitu untuk menghindari sensor tersebut. Penulis Blog bisa menggunakan Bahasa Inggris untuk lolos proses penyaringan awal. Kemudian tulisan yang sama bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Cina dan tetap tidak akan disensor.Studi mengenai aksi pengawasan aktivitas Internet Iran ini dilakukan pula oleh Universitas Cambridge, Inggris. Penelitian dilakukan dengan mengakses layanan penyedia jasa Internet Iran atau menggunakan proxy server di Iran.Wah, untung di Indonesia sudah bukan zamannya lagi sensor-menyensor, apalagi bredel-membredel. Kalau masih, bisa saja trik serupa diterapkan di Indonesia. (wsh/)





Hide Ads