Jumat, 16 Feb 2018 18:15 WIB

Toko Online Jadi Primadona Perayaan Imlek

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Semarak perayaan Tahun Baru China atau Imlek tak lengkap tanpa tradisi pemberian angpau, membeli pakaian baru, atau perlengkapan lainnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini masyarakat sudah terpengaruh belanja online untuk merayakan momen tersebut.

Shopback melakukan survei kepada 1.100 responden berusia 18-28 tahun di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia saat dan menjelang Imlek.

Hasil survei tersebut ditemukan hampir dua per tiga responden (60,3%) mengaku membeli perlengkapan Tahun Baru China itu di toko online. Hal ini dilatarbelakangi e-commerce yang dianggap lebih efisien, murah, dan mudah dilakukan tanpa harus keluar rumah, apalagi di tengah musim hujan.

Dari sekian banyak barang yang dibeli, survei Shopback menemukan, banyak responden membeli baju baru, pernak-pernik imlek, groseri dan makanan, peralatan rumah tangga, serta kosmetik dari toko online untuk merayakan Imlek.

Toko Online Jadi Primadona Perayaan Imlek


Indra Yonathan, Co-Founder & Country Head of Shopback Indonesia mengatakan, dalam beberapa tahun belakang, semakin banyak masyarakat melakukan transaksi di toko online. Meskipun dalam rata-rata uang yang dibelanjakan lewat online dan offline ini tidak terlalu jauh berbeda signifikan.

Yonathan menambahkan, dua atau tiga tahun lalu, masyarakat masih enggan menghabiskan banyak uang untuk berbelanja online. Hal ini disebabkan tingkat kepercayaan serta keamanan dalam bertransaksi online masih terbilang rendah pada saat itu.

"Rata-rata keseluruhan responden menghabiskan hingga Rp 725.000 di toko online dan Rp 890.000 di toko offline untuk membeli kebutuhan imlek. Hal ini membuktikan, bahwa saat ini kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online semakin meningkat," kata Yonathan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/2/2018).

Selain fakta menarik di atas, Shopback juga mendapatkan beberapa data lainnya yang berhubungan dengan Imlek, diantaranya:

1. Wanita lebih suka beli baju baru Imlek di e-commerce

Imlek tidak terlepas dari tradisi membeli baju baru. Berdasarkan survei Shopback, lebih dari setengah responden (54,9%) mengaku membeli baju baru untuk merayakan Imlek di toko online.

Perilaku ini berbeda dengan pria yang lebih dominan membeli baju baru Imlek secara offline, seperti mal, butik, dan toko baju.

Toko Online Jadi Primadona Perayaan Imlek


2. Top 5 platform e-Commerce favorit saat Imlek

Berdasarkan survei yang dilakukannya, Shopee mengklaim platformnya menjadi pilihan utama masyarakat saat berbelanja online untuk kebutuhan Imlek dengan persentase 32%, diikuti di belakangnya Tokopedia 26%, Lazada 21%, Matahari Mall 10%, dan Zalora 4%.

3. Uang angpau untuk beli barang dan ditabung

Dari 42,9% responden yang mengaku masih menerima Angpau akan menyisihkan beberapa persen dari uang yang diterima untuk di tabung. Hasil survei menemukan, nilai rata-rata keseluruhan responden akan menyimpan sebanyak 52% dari uang Angpao yang diterima sebagai tabungan, dan sisanya 48% digunakan untuk berbelanja (membeli barang/produk, buat makan-makan, dan jalan-jalan).

Toko Online Jadi Primadona Perayaan Imlek


4. Beli perlengkapan Imlek seminggu sebelum perayaan

Sebanyak 40,1% responden mengaku sudah mulai membeli perlengkapan Imlek seminggu sebelum hari-H. Sebanyak 24% mulai membeli perlengkapan dua minggu sebelum dan 16,4% sebulan sebelum.

Adapun menurut riset yang Shopback lakukan dengan menggunakan Google Trends, keyword pencarian mengenai kebutuhan Imlek sudah mulai marak seminggu sebelum Imlek berlangsung. Bahkan dalam sebulan terakhir, masyarakat sering mencari informasi mengenai penjualan pernak-pernik Imlek.

Dari data tersebut, ternyata Imlek tahun ini, masyarakat Indonesia membutuhkan informasi mengenai penjual pohon jeruk Imlek sebagai hiasan saat imlek, secara online. Keyword pencarian tentang pohon jeruk Imlek ini pun meningkat 8 kali lipat dibandingkan tahun lalu. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed