BERITA TERBARU
Jumat, 09 Feb 2018 07:53 WIB

IDC Beberkan 10 Prediksi Teknologi di 2018

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - International Data Corporation (IDC) Indonesia mengumumkan prediksi 10 teknologi terbaik di 2018. Selama setahun ke depan, berbagai perusahaan akan memperkuat strategi digital mereka dalam memperkuat peta persaingan.

Transformasi digital (DX) menjadi tema utama yang menjadi fokus berbagai perusahaan di Indonesia pada tahun ini. IDC Indonesia memperkirakan belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan mencapai Rp 443 triliun di 2018.

"Indonesia telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam keseluruhan ekosistem digital dan kami melihat lebih banyak organisasi lokal menjadi bersifat digital. Intensitas inovasi meningkat, jadi kami berharap lebih banyak organisasi menempatkan transformasi digital (DX) sebagai strategi inti untuk bisnis mereka," kata Sudev Bangah, Managing Director IDC ASEAN di Jakarta, Kamis (8/2)

"Pemimpin bisnis harus merangkul teknologi sehingga mereka tidak kehilangan kesempatan yang jelas dengan munculnya ekonomi transformasi digital baru," tambahnya.

IDC Beberkan 10 Prediksi Teknologi di 2018Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET



Berikut 10 prediksi transformasi digital dan teknologi yang akan mempengaruhi perusahaan lokal di tahun 2018 dan seterusnya berdasarkan IDC Indonesia:

  • Momen kritikal untuk ekonomi digital

Pada 2021, setidaknya 40% GDP Indonesia akan menjadi digital, dengan pertumbuhan di setiap industri yang didorong oleh digitally-enhanced offerings, operasi dan hubungan.

Di tahun ini, para investor akan menggunakan platform/ekosistem, data value, dan metrik keterlibatan pelanggan sebagai faktor penilaian untuk semua perusahaan.

  • DX Platforms
Di 2021, 20% dari semua perusahaan akan sepenuhnya mengartikulasikan strategi platform transformasi digital (DX) secara organization-wide dan akan menerapkan strategi tersebut sebagai inti TI baru untuk bersaing dalam ekonomi digital.

  • Cloud 2.0 Distributed and Specialized

Pada 2021, pengeluaran perusahaan untuk layanan cloud-enabling hardware, software dan layanan akan mencapai USD 266 juta, memanfaatkan cloud environment beragam yang 10% di tepi, lebih dari 15% khusus compute (non-x86), dan multicloud 30%.

  • AI everywhere
Sebanyak 10% inisiatif transformasi digital akan menggunakan layanan artificial intelligence (AI) di tahun 2021, 20% aplikasi perusahaan komersil akan menggunakan AI, lebih dari 30% konsumen akan berinteraksi dengan bot pendukung pelanggan, dan lebih dari 5% robot baru industrial akan memanfaatkan AI.

  • Aplikasi Hyperagile
Aplikasi enterprise akan beralih ke arsitektur hyper-agile, dengan 15% pengembangan aplikasi pada platform awan (PaaS) menggunakan fungsi microservices dan fungsi cloud (misalnya, AWS Lambda, Azure Functions), dan lebih dari 25% dari microservices baru dikerahkan dalam containers (misalnya, Docker).

  • HD interfaces
Interface human-digital (HD) akan beragam, karena 10% teknisi lapangan dan lebih dari 10% infoworker menggunakan 30% aplikasi mobile baru menggunakan suara sebagai primary interface dan 5% dari perusahaan yang menghadapi konsumen di Indonesia menggunakan sensor biometrik hingga augmented reality, sehingga seperti pengalaman personalisasi.

  • Blockchain and digital trust

Setidaknya 10% perusahaan Indonesia akan menggunakan jasa blockchain sebagai landasan untuk skala digital trust pada 2020, 20% bank dan 20% organisasi supply-chain akan menggunakan blockchain dalam produksi.

  • Everyone a data provider
Sebanyak 15% perusahaan Indonesia akan menghasilkan pendapatan dari data-as-a-service - dari penjualan raw data, metrik, insights, dan rekomendasi turun hampir 2% di tahun 2017.

  • Everyone a developer
Perbaikan pada alat pengembangan sederhana (low-/ no-code) akan secara dramatis memperluas jumlah developer non-teknologi selama 36 bulan ke depan.

Pada 2021, pengembang nontradisional ini akan membangun 10% aplikasi bisnis dan 20% fitur aplikasi baru (50% pada 2027).

  • Open API ecosystems
Lebih dari separuh perusahaan Indonesia akan melihat rata-rata 20% interaksi layanan digital mereka datang melalui ekosistem API terbuka mereka, naik dari 5% di tahun 2017 - memperkuat jangkauan digital mereka jauh melampaui kemampuan customer interaction mereka sendiri.

Selain itu, IDC Indonesia juga memprediksi FutureScape 2018 yang berfokus pada empat bidang teknologi pilar, di antaranya Cloud Mobility, Social and Big Data dan Analytics, serta enam innovation accelerators, yakni Augmented and Virtual Reality (AR/VR), Cognitive System/AI, Next-Gen Security, Internet of Things (IoT), 3D Printing and Robotics. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed