Senin, 05 Feb 2018 15:13 WIB

Pro-Kontra Soal BJ di Video Viral Bule di Hotel Bali

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Video diduga pelecehan yang dilakukan oleh seorang pegawai hotel di Bali terhadap tamu hotelnya yang berasal dari Selandia Baru belakangan menjadi viral. Video ini pun menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.

Sebagian ada yang menganggap bahwa pegawai hotel tersebut benar-benar salah. Namun, ada pula yang membela dan mengatakan bahwa 'blowjob' bukan lah kata yang sebenarnya diucapkan oleh pegawai tersebut.

Menurut salah seorang pengguna Facebook bernama Ditta Triwidianti, 'voucher' adalah kata yang sebenarnya diucapkan oleh pegawai hotel.

"Ini yang aku lihat, pria ini melakukan kesalahan dengan pemesanan tamu hotel di hotel tempat ia bekerja, ia ingin memberikan solusi dengan memberinya sebuah VOUCHER," tulisnya di Facebook.



Namun, apa yang terjadi adalah banyak yang salah mengartikan kalimat pegawai hotel tersebut. Menurut Ditta, jika menonton video sampai habis maka yang terjadi di sini adalah hanya salah pengertian.

"Berhenti menyebarkan postingan Aneta Baker (tamu hotel), terlepas jika ini bukan maksudnya (BJ dan pelecehan seksual), postingannya adalah fitnah. Jika Anda mengalami pelecehan seksual lapor ke manajemen hotel atau polisi, bukan membuat drama di media sosial," tulisnya lagi.

Hingga berita ini ditulis, postingan Ditta ramai komentar. Memang bila didengar secara seksama, kata 'voucher' itu mirip dengan 'blowjob'. Postingan ini pun sudah 299 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.

Peristiwa menghebohkan ini terjadi di Ramada Bali Sunset Road Hotel. Pihak hotel sendiri dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pegawai tersebut sudah dipecat.

"Kami sangat menyesal bahwa tamu tersebut mengalaminya di hotel kami. Tentu saja kami tidak memaafkan perilaku seperti ini dari anggota staf kami. Anggota staf tidak lagi bekerja di hotel kami. Sedang diselidiki dan kami menawarkan dukungan penuh dan kerja sama kepada tamu yang terkena dampak," tulis pihak Marketing Komunikasi Hotel bersangkutan. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed