Sabtu, 03 Feb 2018 21:38 WIB

Creativepreneur Corner 2018

Cerita di Balik Layar Jatuh Bangun Tiket.com

Dony Indra Ramadhan - detikInet
Foto: Shinta/detikTravel Foto: Shinta/detikTravel
Bandung - Dulu, setiap orang yang ingin bepergian ke mana pun harus mendatangi agen perjalanan. Namun di era digital saat ini, tentu setiap orang butuh kemudahan.

Peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan seorang Gaery Undarsa. Tahun 2011, dimana era teknologi digital mulai merangkak, ia dan rekan-rekannya mendirikan Tiket.com.

Gaery tak pernah berpikir aplikasi yang ia bangun bisa sukses di kemudian hari. Pada awal-awal didirikan, banyak yang memandang sebelah mata garapannya ini.

"Ada yang bilang, kenapa berani? Kita ketok-ketok airline juga enggak gampang. Malahan, dua tahun pertama mau ditutup karena enggak ada transaksinya," ujar Gaery saat bercerita dalam Creativepreneur Corner 2018 di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (3/2/2018).

Namun ia tak putus asa. Ia tetap percaya ide bisnisnya itu dapat berjalan dengan baik. Sebab, ia juga melihat hal serupa dapat berjalan di beberapa negara lain, seperti China, India dan Amerika.

Cerita di Balik Layar Tiket.com: Sempat MauFoto: detikINET/Dony Indra Ramadhan


"Saya, sama partner saya, terus push Tiket.com ini," katanya.

Hingga akhirnya dalam suatu kesempatan, ia bertemu dengan Ignasius Jonan yang kala itu masih menjabat sebagai Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dari obrolan ringan dengan Jonan, Tiket.com dipercaya untuk jadi bagian penjualan tiket kereta api.

"Dia nanya, bagaimana kerjanya? Saya bilang, gampang tinggal copy paste di negara tetangga. Pada saat kita punya dream dan visi, yang kita tahu ada big problem. Di Indonesia pasti ada orang yang mau bayar yang lebih gampang. Makanya, kenapa sekarang kita jadi pionir penjualan tiket kereta dan terbesar," katanya.

Gaery mengatakan dengan adanya Tiket.com bukan berarti mematikan travel agent yang ada selama ini. Justru, dengan adanya Tiket.com, para travel agent dapat bekerja sama.

"Di mana pun dan apa pun kita coba bikin network. Kita kasih sistem aplikasi kita for free. Di bawah kita sekarang sudah ada 5.000 travel agent. Di daerah kecil, di pelosok ada. Makanya apa yang kita lakuin enggak ada kendala. Semua travel agent happy kok," katanya.




(rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed