Sabtu, 03 Feb 2018 19:43 WIB

Creativepreneur Corner 2018

Ditantang Bikin Lagu 30 Detik, Ini Jawaban Vidi Aldiano

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Bandung - Setiap pembicara yang tampil di talkshow inspiratif Creativepreneur Corner 2018 disodori tantangan. Vidi Aldiano yang jadi salah satu pembicara pun tak luput dikerjai.

Kalau sebelumnya ada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikerjai dengan tebak-tebakan nama ikan ala kuis Presiden Joko Widodo, giliran Vidi Aldiano yang ditantang membuat lagu 30 detik, dengan kata-kata yang sudah ditentukan.

"Kita minta elo bikin lagu, waktunya 30 detik. Harus ada kata Bandung, patah hati, dan kolaborasi," tantang trio host Creativepreneur Corner, CEO Kibar Yansen Kamto, News Presenter Budi Adiputro, dan radio host Adhiransyah.

Vidi terlihat sempat bingung saat diberi tantangan tersebut. Penyanyi yang dikenal dengan lagu Nuansa Bening ini terdiam sesaat, berusaha keras menjawab tantangan. Tak kehabisan akal, dia justru memanfaatkan tantangan itu untuk mempromosiikan startupnya yang bernama Krowd.

Ditantang Bikin Lagu 30 Detik, Ini Jawaban Vidi AldianoFoto: detikINET/Rachmatunnisa


Dengan suara merdu yang dikenal punya vibra yang khas, Vidi menyanyikan lagu yang inti kalimatnya adalah, anak-anak Bandung yang bersedih, antara lain karena patah hati, harus tetap semangat. Ketimbang bersedih, Vidi mengajak mereka untuk berkolaborasi menciptakan hal positif melalui platform Krowd.

Nyanyian Vidi pun disambut tepuk tangan meriah para peserta Creativepreneur Corner 2018 Bandung. Di acara ini, Vidi memang gencar memperkenalkan Krowd yang baru dirilisnya Januari 2018. Vidi ingin mengajak lebih banyak anak muda untuk menciptakan perubahan.

Krowd bertujuan untuk membantu kolaborasi atau kerja sama antara Initiator dengan Collaborator. Initiator adalah pemilik ide kolaborasi sedangkan Collaborator merupakan pihak yang bergabung dalam kolaborasi itu.

Dalam layanan tersebut, Initiator akan berbagi informasi tentang ide yang mereka ajukan. Sementara Collaborator akan membagikan keahliannya dalam membantu mewujudkan ide menjadi kenyataan.

Vidi mengatakan, alasan menciptakan startup ini bermula dari masalah yang dialaminya saat menggarap album baru. Ia merasa kesulitan menemukan orang yang mahir dan sesuai dengan seleranya dalam pembuatan video klip musik atau cover albumnya.

"Saat meluncurkan album Persona, gue sempat kesulitan mencari kreator yang sesuai sama apa yang dimau. Jadi ceritanya karena setelah lima tahun vakum, gue kepingin album Persona ini diluncurkan tidak hanya dalam bentuk CD biasa, tapi dalam bentuk artbook," ungkap Vidi.

Saat itulah dia berkolaborasi dengan platform Kreavi untuk menciptakan artbook dari album Persona. Kreavi sendiri adalah layanan untuk bursa pekerja kreatif visual Indonesia.

Dalam membangun Krowd, Vidi bekerja sama dengan Putri Tanjung, Founder dan CEO event organizer Creativepreneur Event Creator dan Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR yang juga penggagas program #1000StartupDigital.

"Indonesia itu besar banget dan punya banyak anak muda potensial. Kalau semua itu terkoneksi dan bisa berkolaborasi, impact-nya akan besar. Makanya perlu ada platform yang bisa mengkoneksikan mereka. Itu alasan gue bikin Krowd," tutupnya. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed