Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Taipan Situs Judi Terancam 15 Tahun Penjara

Taipan Situs Judi Terancam 15 Tahun Penjara


- detikInet

Jakarta - Empat orang pengelola situs judi di Inggris terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Masalahnya, dakwaan itu berasal dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Hukum yang menyangkut usaha berbasis internet dipertanyakan. Bagaimana dengan Las Vegas sendiri?Departemen Kehakiman AS memperingatkan empat pengusaha judi online asal Inggris bahwa mereka bisa didakwa. Apabila terbukti bersalah, mereka bisa dipenjarakan bertahun-tahun di AS. Meskipun untuk sementara ini aktivitas mereka masih dianggap legal di Inggris. Empat orang 'taipan' judi itu adalah Ruth Parasol, James Russell DeLeon, Anurag Dikshit dan Vikrant Bhargava. Mereka berada di belakang PartyGaming, sebuah perusahaan pengelola situs judi Poker yang bermarkas di London. Perusahaan itu akan memiliki nilai saham sebesar US$ 8,4 miliar (Rp 80,6 triliun). Perusahaan judi online sebenarnya masih berada di 'area abu-abu' di AS. Kalangan industri menganggap usaha tersebut sah-sah saja di mata hukum. Sementara Departemen Kehakiman AS berpendapat lain. Mereka menganggap bisnis tersebut jelas-jelas melanggar hukum.Pihak PartyGaming, dalam prospektus terbaru mereka, mengakui bahwa aktivitas mereka bisa dianggap ilegal sesuai undang-undang yang berlaku di AS. Tetapi, menurut prospektus itu, situs permainan Poker tidak tercantum dalam peraturan undang-undang perjudian. Di situ juga tertulis bahwa keempat pengelola situs itu telah keluar masuk AS tanpa proses hukum.Staf Senior Departemen Kehakiman mengatakan bahwa setiap usaha yang menawarkan layanan judi secara online yang berdomisili di AS atau yang bisa di akses dari AS, dianggap ilegal. "Yang jadi fokus saat ini ialah bagaimana kita menindak perjudian online dan bagaimana kita mendakwa pelanggar tersebut. Akan lebih mudah kalau saja mereka itu warga AS. Tapi mereka akan ditindak kalau mereka memasuki wilayah AS," tegasnyaPengelola judi online seperti pasangan suami istri James Russel DeLeon (39) dan Ruth Parasol (38), serta rekanan mereka Dikshit dan Bhargava merupakan ahli komputer asal India, dapat dikenai tiga tuduhan pelanggaran federasi AS. Tuduhan tersebut ialah tindakan pelanggaran hubungan antar negara, bisnis judi ilegal, serta perjalanan bermasalah. Penalti dari setiap pelanggaran tersebut bisa dikenakan hukuman penjara dua sampai lima tahun."Hal itu legal kalau mereka pasang taruhannya di Inggris, gak masalah. Tapi kalau mereka taruhannya di AS, hal tersebut ilegal dan akan kena tuntutan," papar staf senior tersebut.Partygaming mempermasalahkan interpretasi Departemen Kehakiman AS tentang hukum yang diterapkan. Perusahaan yang menggelar judi online itu mengatakan belum ada perusahaan yang menawarkan layanan seperti mereka yang dikenakan ancaman di AS. "AS tidak punya undang-undang yang spesifik tentang permainan online dan oleh sebab itu tidak ada kepastian legalitasnya," kata juru bicara Partygaming seperti dilansir the guardian Jumat (17/6/2005). (nks/)





Hide Ads