Senin, 22 Jan 2018 11:05 WIB

Swalayan Canggih Tanpa Kasir Amazon Resmi Dibuka

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Bagian depan swalayan Amazon Go. Foto: Reuters Bagian depan swalayan Amazon Go. Foto: Reuters
Seattle - Hari ini, e-commerce raksasa asal Amerika Serikat resmi membuka Amazon Go, swalayan yang kental dengan kecanggihan teknologi di dalamnya.

Swalayan canggih itu kini dibuka untuk publik setelah melakukan uji coba selama setahun lebih. Mengusung nama Amazon Go, toko yang menjual keperluan sehari-hari ini tidak akan melibatkan kasir di dalamnya, sehingga memudahkan dan mempercepat proses belanja pelanggan.

[Gambas:Video 20detik]

Sebelum masuk ke dalam swalayan seluas 167 meter persegi ini, para pembeli harus melakukan pemindaian terhadap aplikasi Amazon Go. Setelahnya, pelanggan hanya perlu melakukan kegiatan berbelanja seperti biasa.

Walau tanpa kasir, Amazon Go pun tetap mempekerjakan karyawan terutama untuk melakukan pemeriksaan identitas bagi pelanggan yang hendak membeli wine dan bir di dalamnya.

Swalayan yang berada di Seattle, Amerika Serikat itu mengandalkan kamera dari atas dan sensor di bawah rak untuk melacak barang-barang yang diambil oleh para pembeli secara tepat. Begitupun saat mereka menaruhnya kembali bisa terlacak.

Amazon membuat sebuah sistem keranjang belanja virtual, yang secara otomatis akan menambahkan barang-barang yang diambil oleh pengunjung, sekaligus mengeluarkannya saat mereka mengembalikan produk ke dalam rak.

[Gambas:Video 20detik]

Di sini, pembeli juga tidak akan menemukan antrean dalam melakukan pembayaran, karena tagihan belanja langsung dipotong dari kartu kredit secara otomatis ketika mereka meninggalkan tempat tersebut.

Untuk mewujudkan hal ini, Amazon rela menggelontorkan dana sebesar USD 13,7 Miliar (Rp 182 Triliun) untuk membeli Whole Foods Market, sebuah jaringan supermarket, pada tahun lalu.

Sebelumnya, Amazon sempat melakukan uji coba dengan membukanya untuk para karyawan pada 5 Desember 2016. Saat itu, mereka mengatakan bahwa publik dapat merasakannya mulai awal 2017.

Sayangnya, sejumlah tantangan yang menguji kesiapan teknologi di Amazon Go mengurungkan niat tersebut. Salah satunya adalah isu keakuratan dalam melakukan identifikasi terhadap pembeli dengan karakteristik fisik yang serupa.

Selain itu, sistem pun masih kerepotan saat anak-anak mengembalikan produk di tempat yang tidak sesuai dengan lokasinya semula. Namun kini Amazon Go dianggap sudah siap. Gianna Puerini, Vice President Amazon Go, mengatakan bahwa uji coba berlangsung baik berkat kerja keras untuk menyiapkannya selama empat tahun.

"Teknologi ini belum ada sebelumnya. Ini sangat memajukan bidang machine learning, berkaca pada kemampuan teknologi Amazon dalam mengenali seluruh produk, bahkan yang mirip sekalipun," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Reuters pada Senin (22/1/2018).

Pihak Amazon belum memberikan keterangan terkait rencana mereka ke depan dalam menambah Amazon Go di lokasi lain, juga mengenai pengembangan teknologi di dalamnya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed