BERITA TERBARU
Jumat, 19 Jan 2018 09:46 WIB

Nilainya Terus Anjlok, Bitcoin Mulai Dihindari Hacker Jahat

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin
Jakarta - Tren anjloknya nilai Bitcoin membuat para hacker jahat ransomware dan para penebar malware menghindari tebusanmenggunakan cryptocurrency tersebut.

Proofpoint, sebuah firma keamanan siber, melihat sebuah kecenderungan dari para pengembang ransomware untuk mulai menarik kepercayaannya terhadap Bitcoin sebagai bentuk pembayaran pelunasan tebusan yang mereka minta kepada korban.

Selama Kuartal IV-2017, para peneliti dari Proofpoint menyatakan bahwa permintaan pembayaran menggunakan Bitcoin dari para hacker turun sebanyak 73%.

Bitcoin sendiri sempat anjlok ke angka USD 9.500 (Rp 126 Juta) pada Rabu (17/1/2018). Padahal, sebulan sebelumnya, nilai 1 BTC berkisar pada angka USD 19.300 atau sekitar Rp 257 juta.

Kini, mereka justru kembali ke cara konvensional, dengan meminta tebusan dalam bentuk dollar AS, atau mata uang yang berlaku di tempat korban peretasan berada.

Jika dituangkan dalam bentuk persentase, lebih dari 60% penyebar ransomware lebih memilih pembayaran dengan mata uang konvensional, meskipun mereka juga tetap meminta bahwa transaksi tetap melibatkan Bitcoin di dalamnya.

"Denominasi ransomware ke dalam mata uang pemerintah, meskipun pembayarannya menggunakan Bitcoin, memiliki dua keuntungan besar bagi pelaku penyerangan. Mereka dapat menjaga kestabilan harga yang dipatok dan tetap dapat menerima pembayaran secara anonim," ujar peneliti dari Proofpoint, seperti detikINET kutip The Guardian, Jumat (19/1/2018).

Bahkan, ia menambahkan, hal tersebut juga, secara perlahan tapi pasti, meningkatkan nilai dari Bitcoin itu sendiri. Meskipun begitu, dengan nilai Bitcoin yang sudah mulai pulih ke USD 11.400 atau sekitar Rp 152 juta tiap 1 BTC, masih ada kemungkinan bahwa tren tersebut justru akan berubah kembali.

"Dengan motif utama dari kejahatan siber adalah keuntungan, maka mereka akan cenderung memilih alat dan teknik terbaik yang memungkinkan mereka untuk 'mengikuti' kemana uang mereka pergi," kata peneliti dari Proofpoint. (rou/rou)
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed