Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (2/1/2018), korban adalah karyawan perusahaan penukaran mata uang digital yang berbasis di Inggris. Para penculik itu melepaskannya setelah tuntutan mereka dipenuhi, yakni dibayar Bitcoin senilai USD 1 juta atau sekitar Rp 13,5 miliar.
Belakangan diketahui korban bernama Pavel Lerner, seorang ahli Bitcoin. Perusahaannya, EXMO Finance membenarkan kalau dia diculik dan telah dilepaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jelas siapakah pihak yang membayar tebusan Pavel. "Pada saat ini dia dalam keadaan aman dan tidak terluka. Tapi dia sedang stres berat. Sehingga tidak akan berkomentar dalam beberapa hari ke depan," kata perusahaannya.
Media di Ukraina melaporkan korban diculik oleh 6 pria bersenjata. Seperti di film-film, mereka menculik korban secara mendadak dan memasukkannya ke minibus dengan nomor plat palsu. Polisi masih menginvestigasi siapa pelaku penculikan tersebut.
Nilai Bitcoin sendiri semakin meningkat sehingga tidak hanya menggoda investor, tapi ternyata juga para penjahat. Setelah tahun lalu nilainya terus melonjak, Bitcoin masih berpotensi mencatatkan nilai yang jauh lebih tinggi lagi tahun ini.
"Bitcoin dapat mencapai USD 60 Ribu (Rp 814 juta) pada Desember 2018," ujar Mike Dumont, Senior Editor Bitcoin.com belum lama ini. (fyk/rou)