Selasa, 26 Des 2017 11:04 WIB

Cerita Single Mom Driver Go-Jek, Ditimpuki Sampai Jumpa Selebriti

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Dok. Go-Jek Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Mencari nafkah sebagai driver Go-Jek memberi warna tersendiri dalam kehidupan Pipit Pitriasih. Single Mom ini berbagi pengalamannya.

Pipit Pitriasih, demikian nama lengkap wanita ini, mulai menjadi mitra Go-Jek sejak 19 Januari 2015 karena ajakan temannya yang sudah lebih dahulu bergabung. Awalnya, dia mengaku sempat ragu.

"Awalnya teman ngajak masuk bareng, tapi karena waktu itu Go-Jek belum sepopuler sekarang saya masih ragu untuk gabung," kisahnya kepada detikINET.

"Akhirnya temen saya buktiin untuk masuk duluan. Begitu dia sudah dapat atribut dan akses aplikasi driver sebulan setelah daftar, baru saya nyusul masuk," sambungnya.

Di masa awal bergabung dengan platform ride sharing tersebut, dia mengaku secara pribadi mendapat perlawanan cukup kuat dari para pengemudi ojek konvensional.



"Saya kan sering nongkrong di warung kopi sekitar Jalan Antasari. Sekitar dua meter dari situ memang ada opang (ojek pangkalan), nah mereka sering teriakin kita supaya jangan mangkal di sepanjang jalan itu, malah kadang sampai gebrak-gebrak meja di warung kopi," ujarnya.

"Saya juga pernah ditimpuki batu, ukurannya sekitar dua jempol tangan, sama opang-opang itu. Mereka sambil meneriaki saya dengan ancaman-ancaman kalau saya masih mangkal di sekitar situ (Jalan Antasari)," ia menambahkan.

Di samping kisah pilunya, terdapat beberapa cerita menyenangkan yang didapatnya selama menjadi mitra Go-Jek dalam dua tahun terakhir.

"Enaknya sih sering dapet tip dari customer (tertawa). Saya juga sering dapet order dari artis, misalnya Chacha Frederica, Fero Walandouw, Kevin Julio, sama Maia Estianty," kata Pipit.

Selain menjalani profesi ini, ia juga kerap bejualan berbagai aksesoris bertema K-Pop di berbagai konser. Pekerjaan ini ditekuninya selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Cerita Single Mom Driver Go-Jek, Ditimpuki Sampai Jumpa SelebritiFoto: Dok. Go-Jek


"Tadinya saya tidak punya modal untuk jualan, sampai akhirnya ketemu sama orang yang jadi pemasok barang-barang itu, jadi saya ambil barang sama dia. Untungnya juga lumayan sih, jadi saya kadang masih suka jualan walaupun intensitasnya sudah berkurang karena narik di Go-Jek," tuturnya.

Ibu dari tiga anak, yang masing-masing bersekolah di kelas 4 dan 6 SD serta 2 SMP ini mengaku, pengertian dari tiga buah hatinya membuatnya semakin semangat bekerja sebagai pengemudi Go-Jek.

"Mereka sudah paham kegiatan yang dilakukan ibunya ini, jadi saya leluasa untuk membagi waktu antara mengurus anak sama narik. Biasanya saya siapin sarapan, makan siang, sama antar-jemput mereka sekolah, habis itu baru saya mulai narik sampai jam 8-9 malam," terang Pipit.

"Kalau weekend saya biasanya seharian sampai malam, soalnya anak-anak main ke rumah papanya," pungkas Pipit, yang berpisah dengan suaminya sejak 2012 lalu ini.

Namun lebih dari itu, Pipit merasa apa yang dilakukannya saat ini bisa memberikan manfaat bagi keluarganya. Go-Jek sendiri menobatkannya sebagai salah satu sosok ibu bekerja yang inspiratif pada Hari Ibu 22 Desember lalu. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed