Kamis, 21 Des 2017 11:41 WIB

Eropa Ingatkan Bahaya Baterai Li-on di Pesawat

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: (Thinkstock) Foto: (Thinkstock)
Jakarta - Kebanyakan perangkat gadget masa kini menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion). Jenis baterai ini dianggap berbahaya dan berpotensi menimbulkan percikan api sampai ledakan.

Masih ingat akan kasus Galaxy Note 7 di 2016? Banyak maskapai penerbangan yang akhirnya melarang penumpangnya untuk membawa ponsel tersebut di dalam penerbangan.

Meski kasus tersebut tampaknya sudah selesai, pihak otoritas keamanan aviasi Eropa masih ingin mengingatkan kepada penumpang akan bahwa di balik baterai Li-on.

Bahkan, pihaknya mendesak maskapai penerbangan untuk mengingatkan penumpang bagaimana cara terbaik membawa perangkat elektronik yang terkandung baterai ini.

Adapun cara-caranya, antara lain dengan mengingatkan agar laptop tidak disimpan di dalam bagasi. Dan karena perangkat tersebut cukup besar, maka ketika dibawa ke penerbangan, hendaknya dimatikan demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (21/12/2017).

Anjuran keselamatan ini memang bukan hal baru. Namun, karena menyambut musim liburan Natal dan Tahun Baru, kemungkinan pihak otoritas aviasi Eropa tak ingin agar perayaan tersebut dinodai dengan hal-hal yang tidak diinginkan. (rns/rns)