Kamis, 23 Nov 2017 10:03 WIB

Penakluk Jack Ma Siap Ekspansi Malaysia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ma Huateng. Foto: Reuters Ma Huateng. Foto: Reuters
Jakarta - Ma Huateng dengan perusahaannya, Tencent, semakin agresif. Memperluas bisnisnya ke ranah global, mereka berencana untuk membuat Malaysia sebagai ekosistem WeChat pertama di luar negeri.

Dalam mewujudkan rencana tersebut, Tencent sudah mendapat lisensi pembayaran elektronik dari pemerintah Malaysia untuk transaksi yang berskala lokal, sebagaimana dikatakan oleh S.Y. Lau selaku Senior Vice President.

Tencent memang tengah berusaha menjadi lebih besar di pasar global, menyusul rentetan keberhasilannya menjadi perusahaan Asia pertama yang mencapai valuasi USD 500 Miliar, hingga menyalip Facebook dari sisi kapitalisasi pasar. Ma Huateng juga jadi orang terkaya China dan Asia, mengalahkan Jack Ma.

Lau mengatakan WeChat akan menjadi ujung tombak dalam ekspansi global, mengingat pengguna aktif tiap bulannya sudah mencapai 980 juta orang. Ditambah metode pembayarannya yang sudah menjangkau banyak layanan.

"Malaysia bisa dibilang sudah tidak asing lagi dengan WeChat, mengingat sudah ada 20 juta pengguna di sana. Potensinya sangat besar, dan pasarnya juga sangat mendukung untuk menumbuhkan produk-produk kami," ujar Lau, seperti dilansir detikINET dari Reuters, Kamis (23/11/2017).

Selain itu, etnis China di Malaysia sudah menyentuh lebih dari 20% dari seluruh populasi, yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri dalam memilih Negeri Jiran sebagai sasaran ekspansi perdana bagi Tencent.

Rencana Tencent mendapat tantangan dari para analis, yang beranggapan sukses mereka di China tak mudah dibawa ke luar negeri dengan segmen pasar berbeda. Nama besar WeChat dan game terlaris mereka, Honour of Kings, diperkirakan sulit mengulang sukses dengan menembus pasar luar negeri, terutama di kawasan barat.

Lau menanggapi hal tersebut dengan santai, bahwa Tencent takkan terburu-buru memperluas ekspansi, atau menambah tingkat monetisasi dalam aset digitalnya. "Kami punya jalur dan kecepatan kami sendiri. Jujur, kami juga masih memiliki banyak pekerjaan di China," kata Lau.

Selain mengandalkan WeChat, sebagaimana disebutkan di atas, Tencent juga akan melakukan beberapa akuisisi perusahaan-perusahaan global yang dinilai potensial untuk meningkatkan akses dan level kompetitif mereka di luar China.

Hal ini diamini oleh analis Richard WIndsor, yang berpendapat bahwa tindakan Tencent mengakuisisi Supercell tahun lalu memberi mereka posisi kuat di dunia game, ditambah kepemilikan 12% saham Snap yang melengkapi usaha ekspansi mereka.

"Tencent dapat menciptakan ekosistem yang mampu menggoyang dominasi dari Google, Apple, Amazon, dan Facebook dalam pelayanan konsumen digital," katanya.

Di samping itu, Lau mengatakan bahwa tujuan utama ekspansi ini adalah untuk mengekspor budaya China ke seluruh negara di dunia. "Kami ingin menciptakan super IP (intellectual property) yang dapat mengubah gaya bisnis kami dari upstream menjadi downstream," pungkasnya. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed