Selasa, 21 Nov 2017 07:05 WIB

Siapa Lebih Canggih Soal Teknologi, Perempuan atau Laki-laki?

Muhammad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Dengan dominannya laki-laki di bidang teknologi, apakah kaum adam memang lebih baik dari kaum hawa?

Hasil riset dari Metropolitan Policy Program yang diterbitkan oleh Brookings Institution telah mengukur kemampuan laki-laki dan perempuan dalam urusan dunia digital.

Laporan berjudul 'Digitalization and the American Workforce' mengumpulkan informasi seputar pengetahuan, kemampuan, perangkat, edukasi, pelatihan, konteks hingga aktivitas dalam pekerjaan yang membutuhkan peranan teknologi dengan tingkat yang tinggi.

Hasilnya, perempuan memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dibanding dengan yang dimiliki oleh laki-laki, dengan skor 48 berbanding 45, seperti dilansir detikINET dari CNET pada Selasa (21/11/2017).

Angka tersebut pun selaras pada 2002, yang menurut laporan tersebut, ketika perempuan memiliki nilai 32, sedangkan laki-laki hanya mendapat nilai 26.

Meskipun memiliki skor yang lebih tinggi, tidak serta merta membuat kaum hawa lebih superior dibanding kaum adam dalam lingkup dunia pekerjaan di bidang teknologi.

Laporan tersebut menuliskan bahwa laki-laki mengisi lebih banyak pekerjaan level atas di dunia digital, seperti di bidang komputer dan manajemen.

Hal serupa juga berlaku untuk level yang lebih rendah, seperti transportasi, konstruksi, sumber daya alam, hingga bangunan.

Kenyataan tersebut semakin diperparah mengingat bahwa hanya 29,1% porsi perempuan yang bekerja di industri teknologi, dengan rincian 15,6% untuk posisi yang sifatnya teknis dan 22,5% menempati posisi manajerial.

Angka tersebut didapatkan berdasarkan data yang dihimpun dari 11 perusahaan teknologi global, seperti Amazon, Facebook, Google, Apple, Twitter, Facebook, Microsoft, dan Intel pada 2015.

"Ketika digitalisasi memegang peranan penting dalam menghadirkan peluang bagi pekerja atau orang-orang berpendidikan rendah serta kaum marjinal untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi, masih terlalu sedikit dari mereka untuk muncul dan menampilkan kemajuan tersebut," tulis laporan tersebut.

(yud/yud)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed