Selasa, 14 Nov 2017 08:42 WIB

Asia Pasifik Dominasi Pertumbuhan Robot Humanoid

Muhammad Imron Rosyadi - detikInet
Robot Humanoid. Foto: JOHN THYS/AFP/Getty Images Robot Humanoid. Foto: JOHN THYS/AFP/Getty Images
Jakarta - Laporan terbaru meyatakan bahwa pertumbuhan pasar untuk robot humanoid akan mencapai 10 kali lipat pada 2023.

Hasil riset dari ReportsnReports menuliskan bahwa saat ini estimasi nilai total robot humanoid mencapai USD 320,3 Juta (Rp 4,3 Triliun). Namun, dalam enam tahun ke depan, nilainya diprediksi akan mencapai USD 3,9 Miliar, atau setara dengan Rp 52,8 Triliun.

Pertumbuhan signifikan tersebut diperkirakan merupakan akibat dari potensi implementasi robot humanoid sendiri yang sangat besar. Teknologi ini dapat diaplikasikan di sektor pendidikan, ritel, logistik, hingga pengobatan.

Beberapa perusahaan global terdepan yang mengadopsi robot humanoid termasuk diantaranya Soft Bank, Robotis, Kawada Robotics, Honda Motor, Ubtech Robotica, dan NASA.

Namun, hal tersebut bukan berarti membuat proyeksi pertumbuhan ini dapat menjadi kenyataan dengan mudah. Masih terdapat beberapa halangan yang kemungkinan dapat memperlambat pertumbuhan pasar bagi robot humanoid.

Salah satunya adalah karena kemampuan robot itu sendiri. Mobilitas sebuah robot dalam memainkan peran di berbagai sektor masih kerap dipertanyakan. Mengembangkan kecakapannya agar mampu beradaptasi dalam lingkup yang luas secara cepat dan aman akan menjadi krusial dalam beberapa tahun ke depan.

Sampai saat ini, Amerika Utara dan Amerika Selatan masih menjadi pasar terbesar untuk robot humanoid.

"Hal tersebut terjadi mengingat mereka memang menjadi kawasan pionir dalam mengadopsi robot humanoid di berbagai sektor penting, seperti edukasi dan hiburan, sehingga menciptakan permintaan besar di kawasan tersebut," tulis laporan tersebut, seperti dilansir detikINET dari Tech Republic pada Selasa (14/11/2017).

Meskipun begitu, pertumbuhan paling pesat justru akan terjadi di kawasan Asia Pasifik dalam kurun waktu mulai dari 2017 hingga 2023.

"Kawasan ini lebih cenderung mengadopsi robot humanoid hampir di seluruh sektor-sektor besar. Mengingat pertumbuhan penduduk usia tua di negara seperti China dan Jepang, kawasan ini diprediksi akan mempekerjakan robot humanoid sebagai asisten pribadi ataupun pengasuh orang tua," seperti tertuang dalam laporan tersebut.

Selain itu, pasar bagi robot industrial pun diperkirakan juga akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dari USD 38 Miliar (Rp 515 Triliun) pada 2016 menjadi USD 72 Miliar (Rp 976 Triliun) pada 2023.

Perusahaan-perusahaan terdepan dalam penggunaan robot idustrial seperti ABB Ltd., KUKA AG, Mitsubishi Electric Corporation, hingga Kawasaki Heavy Industries Ltd. berperan besar dalam menciptakan pertumbuhan tersebut.

(yud/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed