Jurus Aplikasi Live Streaming Halau Konten Porno

Jurus Aplikasi Live Streaming Halau Konten Porno

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 09 Nov 2017 17:59 WIB
Foto: 17 Live
Jakarta - Meningkatnya kewaspadaan terhadap peredaran konten pornografi membuat para penyedia layanan media sosial (medsos) dan konten kreator memperketat pengawasan.

Ini juga yang dilakukan aplikasi live streaming 17 Live. Aplikasi yang berbasis di Taiwan ini memperkenalkan sebuah sistem pengawasan bernama SkyEye.

Sistem SkyEye diklaim 17 Live dirancang khusus untuk mengenali dan mengawasi kegiatan serta perilaku para streamer saat melakukan livestreaming.

SkyEye bekerja dengan dua layer pengawasan dari Indonesia dan Taiwan. Di Indonesia sendiri, 17 Live memiliki tim monitoring 24 jam yang terdiri dari enam orang dan terbagi menjadi dua shift. Tim ini memantau setiap konten siaran dan memblokir akun yang dinilai memiliki konten dan siaran yang negatif.

"Kepercayaan dan keamanan para pengguna aplikasi merupakan prioritas nomor satu bagi kami. Karena 17 Live tidak menolerir pengguna-pengguna nakal dan konten yang sifatnya negatif seperti pornografi, SARA, merokok, minum-minuman beralkohol, serta hal-hal yang sifatnya menyebarkan kebencian dan berdampak negatif kepada masyarakat," ungkap Direktur PT Tujuhbelas Media Indonesia Andryan Gouw.

Berbagai jenis tindakan pemblokiran dilakukan berdasarkan kategori pelanggarannya yaitu ringan, sedang dan berat. Mulai dari siaran di ruangan gelap, menampilkan gerakan erotis, menggunakan busana yang transparan, hingga menunjukkan bagian tubuh sensual, akan ditindak tegas oleh 17 Live.

Dikutip dari keterangan 17 Live, Kamis (9/11/2017), pengguna akun akan diberikan peringatan sebanyak dua kali. Jika tidak diindahkan, akun akan langsung diblokir secara permanen. Setiap aksi pornografi hingga mempertontonkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain adalah termasuk dalam pelanggaran berat.

Dalam mengoptimalkan penggunaannya, 17 Live memberlakukan sistem moderasi kepada setiap streamers yang melakukan live streaming. Tindakan ini untuk mencegah adanya konten negatif yang akan muncul di halaman aplikasi 17 Live yang bisa ditonton masyarakat.

Senior Operations Manager PT Tujuhbelas Media Indonesia Fauzi, mengatakan tim monitoring selalu mengawasi video yang sedang disiarkan langsung oleh pengguna dalam beberapa menit hingga satu jam untuk melihat adanya indikasi melakukan hal yang mengarah kepada tindakan asusila.

Jika dinyatakan aman, maka video tersebut dapat ditonton oleh masyarakat. Yang membedakan 17 Live dengan aplikasi sejenisnya, adalah terdapatnya tanda centang pada profile setiap Host Official 17 Live. Tanda centang ini menandakan mereka adalah host resmi 17 Live sehingga menjamin konten yang disiarkan positif.

Untuk mendukung gerakan internet sehat serta konten positif, 17 Live juga menciptakan progam khusus bertemakan kuliner dan talkshow. Acara ini disiarkan di akun resmi 17 Live yaitu @17indo setiap Selasa dan Kamis.

"Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk mengembangkan konten siaran, salah satu contohnya yaitu ketika Hari Hewan Sedunia kemarin, kami berkunjung ke salah satu shelter hewan di daerah Pejaten untuk mengedukasi masyarakat bahwa hewan harus disayangi dan dilindungi. Dengan harapan setelah melihat kondisi hewan yang berhasil diselamatkan oleh shelter, masyarakat menyadari dan tergerak peduli untuk membantu," sebut Fauzi. (rns/rou)