Kamis, 19 Okt 2017 20:42 WIB

Go-Jek Umbar Program Cicilan Buat Driver, Apa Saja?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Iustrasi. Foto: Lamhot Aritonang Iustrasi. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Go-Jek mengumbar berbagai program cicilan buat driver. Lewat Program SWADAYA misalnya, Go-Jek telah meluncurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melalui kerja sama dengan BTN. Sampai saat ini, sekitar 900 driver di Jabodetabek telah mendaftar.

"Kami berharap akan semakin banyak yang mendaftar jika di-roll out ke daerah, yang rencananya dilakukan serentak di 50 akhir tahun ini," ujar Ardelia Apti, Head of SWADAYA Program di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Sistem dari KPR ini memungkinkan pendaftar untuk mencicil uang muka (DP) senilai Rp 48.000/hari selama 6-7 bulan pertama. Sedangkan untuk cicilan rumah sebesar Rp 42.000/hari. Jika driver telah menyelesaikan cicilan DP, maka rumah dapat dilimpahkan kepadanya.

"Program ini melibatkan banyak hubungan ke developer, bank, dan mitra. Kami sudah godok ini bersama bagaimana kami bisa menjembatani ini semua. Nantinya, ketika driver sudah bayar, rumah pun mulai dibangun. Jadi, ketika DP selesai rumah siap dihuni," kata Monica Oudang, Chief of Human Resource Officer Go-Jek.

Selain itu, program cicilan otomatis juga menyasar ke smartphone, motor, mobil, hingga perlengkapan rumah. Sama seperti KPR, cicilan akan dihitung per hari untuk meringankan. Pelunasan DP pun juga lewat cicilan.

Ponsel dan motor menjadi fokus Go-Jek saat ini mengingat dua hal tersebut merupakan aset utama bagi driver Go-Ride, yang jumlahnya masih lebih banyak dibanding Go-Car. Selain itu, harga keduanya pun relatif lebih terjangkau dibanding mobil.

Untuk cicilan smartphone, diperkirakan sekitar 10.000 driver di Jabodetabek sudah mendaftar. Sedangkan cicilan motor, lewat kerja sama dengan FIF, telah tersedia di 15 kota. Rencananya, kedua program cicilan tersebut akan tersedia secara bertahap di 50 kota seluruh Indonesia.

Lalu, nantinya Go-Jek juga akan menjalankan program cicilan untuk mobil. "Sebetulnya, kami sudah pilot project dengan sekitar 50 driver awal tahun ini. Cicilannya sehari sekitar Rp 200 ribuan selama lima tahun," ucap Ardelia Apti.

"Ke depannya, kami akan explore untuk model mobil yang lebih murah. Kami berencana untuk bekerja sama dengan partner baru awal tahun depan, dengan pembiayaan dan mobil dari mereka sebagai third party," ujar Ardelia Apti menambahkan.

Akan ada seleksi bagi driver untuk memilih model mobil terjangkau dan sesuai kebutuhan. "Kunci bagi driver untuk bisa akses program ini adalah assess risiko lewat data kinerja mereka sebagai referensi bagi perusahaan pembiayaan untuk memberikan mereka rasa aman," ujar Monica Oudang.

Melakukan pembelian secara cicilan tentu sudah tidak asing lagi bagi banyak warga Jabodetabek, bahkan bisa dibilang cukup digemari. Hal tersebut tercermin dari semakin banyaknya startup financial technology (fintech) yang menawarkan kemudahan menyicil barang hanya dengan bermodalkan KTP. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed