Minggu, 08 Okt 2017 14:55 WIB

Tentara Rusia Dilarang Selfie dan Posting di Medsos

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi Selfie. Foto: Thinkstock Ilustrasi Selfie. Foto: Thinkstock
Jakarta - Tren mengunggah foto selfie ke media sosial memang sudah mewabah di mana-mana. Sampai-sampai Rusia melarang tentaranya untuk melakukan hal tersebut. Kenapa?

Usut punya usut pelarangan tersebut itu berdasarkan pengalaman, di mana saat Juli 2014 lalu ada tentara yang dengan bangga memposting di medsos saat bertugas pengiriman kendaraan peluncur roket ke wilayah pemberontak pro-Rusia di Ukraina.

Bulan-bulan berikutnya para pemberontak merebut sebuah ladang besar di Donetsk dan Luhansk, terutama di daerah yang wilayahnya berbahasa Rusia, tepatnya di Ukraina Timur.

Mengetahui hal itu, Ukraina dan pemerintah Barat menuduh Rusia memasok senjata berat dan pasukan ke pemberontak. Rusia pun tak berkutik dan mengakui bahwa beberapa 'sukarelawan' Rusia membantu pemberontak tapi menolak mengirim pasukan reguler.

Selain itu, medsos juga berperan mengungkapkan kejadian lainnya berkat yang diunggah oleh tentara Rusia sendiri. Bahkan media massa setempat pernah memberitakan bagaimana negeri Beruang Merah itu mengkonfirmasi secara tidak langsung pertempuran di Ukraina Timur dan itu terungkap karena medsos.

Maka dari itu, Kementerian Pertahanan Rusia tengah merancang sebuah undang-undang yang melarang posting medsos. Aturan itu ditujukkan kepada tentara profesional dan personil militer lainnya dengan alasan keamanan.

Disebutkan juga dalam undang-undang tersebut mengatur pelarang aktif di medsos seperti berbagi foto, video, geolokasi, dan materi lainnya yang dapat mengungkap rincian kegiatan militer hingga dapat diketahui oleh musuh.

Terlebih dengan kemampuan smartphone yang semakin canggih, data lokasi ponsel bisa sangat akurat yang jaraknya bisa sampai beberapa meter saja. Di samping itu, ada platform jejaring sosial yang memberikan pembagian lokasi yang dinyalakan dan itu bisa mengungkapkan lokasi pasukan.

The Kyiv Post melaporkan pada 2015 kemarin, ada pertempuran yang terjadi antara militer Ukraina dengan pemberontak pro-Rusia.

"Ada kasus di mana posisi (musuh) terungkap, yang menyebabkan penembakan aktif," kata Dmytro Podvorchansky dari Resimen Dnipro-1 Ukraina. (asj/asj)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed