Rabu, 04 Okt 2017 13:55 WIB

Sekarang Giliran Go-Jek Acak-acak Pasar Grab

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sama-sama mengusung usaha sebagai penyedia pemesanan kendaraan lewat aplikasi, Go-Jek dan Grab tak hanya bersaing soal ketersediaan produknya, melainkan juga soal jumlah wilayah kekuasaannya.

Grab sendiri terbilang agresif melebarkan sayap layanan mereka di Asia Tenggara. Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, hingga Indonesia telah dimasuki oleh Grab. Di sisi lain, Go-Jek masih fokus di dalam negeri.

Terbaru, Grab telah menjangkau layanannya di Jayapura, Papua. Terhitung sampai saat ini perusahaan asal Malaysia tersebut telah bercokol di 75 kota Indonesia. Sedangkan, terhitung pada Agustus lalu, Go-Jek telah merambah di 50 kota di Tanah Air.

Sebagai tuan rumah Indonesia, Go-Jek mungkin merasa wilayah kekuasaannya diacak-acak. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim pun memberikan tanda bahwa pihaknya bersiap untuk menjangkau wilayah di beberapa negara di Asia Tenggara.

Meski tak menyebutkan secara gamblang, Nadiem menyebutkan kriteria negara yang akan diincarnya, yaitu memiliki jumlah populasinya tinggi. Itu mengarah kepada Filipina, Vietnam, dan Thailand. Ketiga negara tersebut sebelumnya sudah 'dijajah' oleh Grab.

Nadiem juga menyatakan bahwa Go-Jek mengincar negara yang infrastruktur teknologinya belum terlalu berkembang. Seperti masih minimnya masyarakat yang punya akses ke perbankan. Mungkin mereka akan diarahkan untuk memanfaatkan Go-Pay.

Sebelumnya, langkah Go-Jek untuk go internasional secara perlahan telah dilakukan walau belum dalam bentuk produk layanan. Go-Jek memiliki dua kantor yang berbasis di Singapura dan Bengaluru, India.

Di Bengaluru, Go-Jek dengan percaya diri melakukan aksi korporasi mengakuisi startup lokal. Meski mengakusisi startup India, Go-Jek membuka kantor di Negeri Bollywood bukan untuk kegiatan operasional, namun untuk pengembangan produknya.

Kantor di Bengaluru dijadikan pusat pelatihan dari ratusan engineer Go-Jek, baik dari India maupun Indonesia. Para engineer tersebut akan meningkatkan kemampuan aplikasi Go-Jek yang digunakan di Indonesia.

Sama seperti di Bengaluru, kantor di Singapura bukan untuk kegiatan operasional melainkan sebagai kantor data science. Dikabarkan kantor tersebut telah dioperasikan sejak Januari lalu.

"Kami selalu bersikap bertahan. Inilah waktunya membawa persaingan ke depan pintu rumah mereka," sebut Nadiem baru-baru ini.

Berikut video saat tim 20detik blusukan ke markas Go-Jek.

[Gambas:Video 20detik] (/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed