Selasa, 26 Sep 2017 17:36 WIB

Selain WhatsApp, China Juga Blokir Sewa Boneka Seks Online

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - WhatsApp mungkin bukan satu-satunya korban ketegasan pemerintah di China. Penyedia jasa sewa 'pacar' online yang satu ini pun tak luput dari pengawasan otoritas di China.

Tapi, tunggu dulu. Sewa pacar yang dimaksud di sini bukan pacar dalam wujud manusia beneran, melainkan dalam bentuk boneka seks. Ya, dewasa ini bisnis penyewaan dan sharing memang sedang naik daun.

Tak cuma kendaraan, para pemilik startup ini rupanya putar otak untuk mencari inovasi baru yang disesuaikan dengan konsep sharing tersebut. Nah, salah satunya adalah boneka seks.

Menamakan dirinya Taqu yang dalam bahasa Indonesia berarti sentuh, perusahaan asal China ini mencoba untuk mengisi ceruk pasar yang ada.

Mereka pun merilis aplikasi online bernama Shared Girlfriend, dimana memungkinkan penggunanya untuk menyewa boneka seks silikon dengan harga 298 Yuan atau sekitar Rp 600 ribuan per hari dan 1.298 Yuan atau Rp 2,6 juta per minggu.

Tak butuh lama untuk menjadikan layanan ini viral hingga terdengar sampai ke telinga pemerintah China. Tak pandang bulu, dua hari setelah dirilis di Beijing, pemerintah langsung menutup layanan secara paksa setelah menuai kontroversi di media.

Menurut pemilik layanan, perusahaan berusaha untuk membuat layanan mahal menjadi lebih terjangkau dengan menyodorkan sistem berbagai boneka seks. Upaya ini juga diklaim untuk membantu 50 juta pria single yang ada di negaranya.

Mereka menyebut bahwa rasio pria yang lebih tinggi dari perempuan membuat mereka kesulitan untuk mencari cinta. Layanan ini diklaim menjadi cara untuk mendapat kebahagiaan, demikian dikutip detikINET dari Rocket News 24, Selasa (26/9/2017). (mag/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed