Kamis, 14 Sep 2017 18:44 WIB

Magma, Aplikasi Android Buat Pantau Bencana di Indonesia

Mochamad Solehudin - detikInet
Aplikasi Magma. Foto: Mochamad Solehudin Aplikasi Magma. Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berhasil menciptakan aplikasi untuk meningkatkan mitigasi bencana yang diberinama Magma Indonesia. Berbagai informasi tentang kebencanaan geologi bisa dilihat secara real time oleh masyarakat melalui layanan ini.

Magma (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assesment) diklaim menjadi aplikasi mobile pertama di dunia yang menyajikan informasi mengenai kebencanaan geologi terintegrasi dalam satu jendela dan bisa diakses secara real time.

Aplikasi ini bisa diakses melalui website magma.vsi.esdm.go.id atau juga bisa diunduh di ponsel Android melalui Play Store. Beragam informasi tentang kebencanaan mulai dari status gunung berapi, gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah tersaji dalam aplikasi tersebut.

Kepala PVMBG Kasbani menuturkan aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pihak-pihak terkait dalam melakukan mitigasi bencana. Contohnya saat terjadi peningkatan status gunung berapi. Para pemangku kepentingan bisa lebih cepat melakukan langkah antisipasi dengan melihat informasi secara real time melalui aplikasi MAGMA.

"Tinggal di Indonesia berhimpitan sekali dengan potensi bencana. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dengan mitigasi bencana yang baik. Melalui MAGMA saat ada potensi bencana bisa disampaikan secara cepat," kata Kasbani, saat ditemui di Kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (14/9/2017).

Dia melanjutkan, sumber informasi atau status kebencanaan yang berada di aplikasi ini didapat langsung dari lapangan. Untuk gunung berapi misalnya pihaknya menyebar lebih dari 200 pengamat di seluruh Indonesia.

"Jadi datanya langsung dari lapangan. Setelah kita lakukan validasi akan langsung tampil atau diinformasikan di dalam MAGMA. Intinya ini sangat membantu sekali," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Founder and Developer MAGMA Devy Kamil Syahbana menambahkan, aplikasi ini dibuat sejak 2015 lalu. Tujuannya untuk memangkas alur informasi tentang kebencanaan yang selama ini terkesan lamban.

"Misalnya (dulu) kirim dari kantor (PVMBG) ke pemerintah daerah terus ke kecamatan, turun ke RT/RW dan akhirnya lama. Kita ingin inovasi memunculkan MAGMA Indonesia sehingga informasi berjalan lebih cepat," ujarnya.

Dia menyatakan, setiap laporan yang masuk ke PVMBG bisa langsung dilihat masyarakat melalui aplikasi ini. "Apa yang dilaporkan bisa langsung diakses masyarakat. Informasi kebencanaan geologi yang up to date seperti gunung api, gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah bisa dilihat," ucapnya. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed