Selasa, 12 Sep 2017 09:18 WIB

Website dan Aplikasi AyoPoligami Tak Berfungsi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Website AyoPoligami. Foto: istimewa Website AyoPoligami. Foto: istimewa
Jakarta - Aplikasi dan website bernama AyoPoligami beberapa waktu lalu sempat jadi bahasan. Sesuai namanya, aplikasi tersebut mewadahi mereka yang ingin melakukan poligami. Namun saat ini, baik aplikasi maupun website-nya tidak bisa digunakan.

Pengamatan detikINET, aplikasi AyoPoligami di PlayStore memang masih dapat di-download. Namun ketika ingin dioperasikan di perangkat Android, aplikasi itu memasang pengumuman sedang melakukan upgrade system.

"Hadir kembali 5 Oktober 2017. Sedang upgrade system," begitu kurang lebih pengumuman yang tertera. Ketika diakses di website, tertulis juga pengumuman yang sama.

Selain tertulis informasi tersebut, juga tampak ilustrasi kartun sebuah keluarga. Sedangkan di bagian atas, ada ajakan untuk menyalurkan donasi bagi pengungsi Rohingya.

Diketahui kalau aplikasi ini diciptakan sejak awal tahun 2017 ini dan sudah diunduh ribuan kali. Meski ditujukan untuk pria yang ingin memiliki istri lebih dari satu, aplikasi ini juga terbuka untuk lajang, duda, atau janda. Artinya, aplikasi tersebut tak sebatas untuk kalangan pria, perempuan juga bisa bergabung.
Website dan Aplikasi AyoPoligami Ditutup SementaraFoto: istimewa

Berdasarkan pengalaman mengunduh AyoPoligami, pengguna langsung diberi informasi yang tertulis, "Jika ada yang minat mengikuti group jodoh di Telegram diharapkan menghubungi admin di 081******010, prosesnya akan difilter mengenai pekerjaan, gaji bulanan, dan kesanggupan mahar. Ada biodata yang harus diisi".

Setelah itu, diharuskan untuk mengisi biodata mulai dari email, nama, tanggal lahir, keterangan sudah beristri atau belum, alamat, hingga ketertarikan.

Sekilas aplikasi ini tak ubahnya seperti aplikasi kencan lainnya, sebut saja Tinder, Paktor, Badoo dan lainnya. Kemiripan ini dengan adanya identitas, foto, fitur people nearby, hingga chatting.

Antarmuka dari AyoPoligami ini terkesan biasa dan cenderung tak ramah di mata. Beralih ke fitur 'people nearby', jangan heran bila yang didapatkan adalah banyaknya pengguna pria. Mungkin inilah yang membuat pencipta situs ingin melakukan perbaikan. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed