Minggu, 10 Sep 2017 16:07 WIB

Dicari! Anak Muda Jagoan di Bidang Teknologi

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Kominfo Foto: Kominfo
Jakarta - Indonesia butuh lebih banyak lagi anak muda yang terjun di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta.

Menurutnya, inisiasi digital adalah keniscayaan dengan merujuk situasi kondisi terakhir. Sebab, perkembangan dunia ICT semakin cepat. Di sisi lain, Indonesia tengah berupaya menghadirkan 1.000 startup digital.

"Indonesia butuh talenta muda bidang ICT berbakat, mencari pekerjaan itu baik tapi lebih mulia memberi pekerjaan," ujarnya di STMM Yogyakarta dalam helatan career expo, Minggu (10/9/2017).

Sementara Bayu Hartoko, Head of Marketing & International Channel Indigo Telkom, mengatakan pihaknya menitikberatkan lima poin dalam inisiasi digital program inkubasi dan akselerasi startup tersebut ke depannya.

Lima kunci sukses tersebut diawali dengan orkestrasi digital. Artinya, ada proses sinergi serta saling melengkapi antara elemen industri digital satu dengan lainnya. Setelah itu, harus ada peningkatan kapabilitas internal di Indigo.id maupun mitra.

"Kemudian, optimalkan peluang sinergi yang ada, eksekusi seluruh program secara istimewa, serta tak berhenti mengembangkan ekosistem digital di tanah air," katanya di Yogyakarta.

Dicari! Anak Muda Jagoan di Bidang TeknologiBayu Hartoko, Head of Marketing & International Channel Indigo Telkom. Foto: Indigo


Menurutnya, secara simultan, siapa pun yang sedang menjalani industri digital harus memiliki perubahan paradigma dalam berkarya. Jika dulu belajar di sekolah sampai lulus kemudian bekerja sampai pensiun, maka kini proses bekerja dan belajar harus terus dilakukan bergiliran tanpa berhenti.

"Saat ini, pekerjaan sesulit apapun akan terasa mudah jika tidak dikerjakan. Artinya, pekerjaan yang mudah-mudah itu sudah tidak ada, maka stop komplain dan terus belajar dengan cerdas dan keras," sambungnya.

Bayu menambahkan, perubahan sikap mental itu juga diperlukan karena terjadi perubahan lingkungan. Terutama potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar dan penting dikembangkan, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi dalam banyak kesempatan.

Potensi digital ekonomi Indonesia saat ini kurang lebih USD 13 juta, namun lima tahun ke depan berpotensi menjadi USD 130 juta. Ini sebuah potensi yang besar sekali.

"Dari jumlah penduduk saja, Indonesia itu 255 juta. Di bawahnya jauh jumlahnya, yakni Filipina 101 juta, Vietnam 94 juta, Thailand 65 juta, Myanmar 53,8 juta, Malaysia 30 juta, Kamboja 15,4 juta, Laos 6,9 juta, Singapura 5,5 juta, dan Brunei 0,43 juta," sambungnya.

Situasi ini, sambung Bayu, juga membuat Indigo.id banyak dihubungi inkubator di negara lainnya untuk sinergi dalam bentuk co-venture, co-partner, maupun startup exchange.

"Kita harus pilah-pilih, mana yang strategis buat kita. Kalau asal terima exchange itu belum tentu kita untung. Wong jumlah market kita 255 juta, dan Laos 6,9 juta, ya masa kita hanya dapatkan market segitu sementara mereka bisa dapatkan pasar Indonesia," pungkasnya. (rou/afr)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed