Selasa, 05 Sep 2017 15:28 WIB

Bukan Gadget, Ini Produk Paling Banyak Dibeli Online

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Gadget dan pakaian sempat menjadi barang yang paling banyak dibeli secara online. Kini, terjadi perubahan pada kebiasaan masyarakat.

Dalam survei yang dilakukan Shopback pada 2.448 responden, terungkap bahwa pulsa menjadi produk yang banyak dibeli secara online. Ternyata posisinya mengalahkan pakaian yang kini menduduki posisi kedua dan gadget di ketiga.

"Tak heran kalo e-commerce travel pun menawarkan penjualan pulsa pada layanannya," kata Country General Manager Shopback Indonesia Indra Yonathan di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Indra memperkirakan perubahan ini dikarenakan faktor kemudahan dan kenyamanan. Masyarakat bisa membeli kapan dan di mana saja tanpa harus ke counter atau ATM.

Bukan Gadget, Ini Produk Paling Banyak Dibeli OnlineFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Dalam kesempatan ini, Shopback turut mengungkap produk yang mereka hindari saat berbelanja online. Responden memilih makanan, gadget dan pakaian. Ada beragam alasan yang dilontarkan, beberapa di antaranya takut tidak sesuai dan rusak.

Selain itu, diungkap pula waktu favorit saat berbelanja online. Jam 17.00 - 21.00 menjadi waktu yang paling banyak dipilih responden untuk berbelanja online. Selain itu, mereka juga rajin berbelanja online pada jam 10.00 - 13.00.

"Jadi sambil bekerja, mereka kerap berbelanja online," ungkap Indra.

Meski masyarakat makin doyan berbelanja online, tercatat sejumlah ketidakpuasan saat mereka membeli barang di internet. Mayoritas responden mengeluhkan barang yang diterima tidak sesuai dengan gambar.

"Ini sebenarnya masalah subjektif. Sebab penjual kadang memotret dengan angle yang menarik sehingga menarik perhatian konsumen," kata Indra.

Bukan Gadget, Ini Produk Paling Banyak Dibeli OnlineIndra Yonathan, Country General Manager Shopback Indonesia. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Selain kualitas barang, konsumen juga mengeluhkan potongan harga yang diberikan penjual. Kebanyakan responden menduga harga barang dinaikkan terlebih dahulu sebelum dipotong atau diberikan diskon.

"Ketidakpuasan konsumen ini perlu jadi perhatian utama bagi para pelaku e-commerce di Tanah Air," pungkas Indra. (afr/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed