Senin, 31 Jul 2017 13:02 WIB

Asgardia Berpotensi Langgar Hak Cipta

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi Asgardia (Ilustrator: Luthfy Syahban) Ilustrasi Asgardia (Ilustrator: Luthfy Syahban)
Jakarta - Selain berbagai kontroversi yang menyertai Asgardia, pembentukan negara antariksa pertama ini juga diwarnai potensi pelanggaran hak cipta. Bagaimana bisa?

Seperti diketahui, sang pendiri Asgardia, Igor Ashurbeyli, berambisi meluncurkan satelit penyimpanan data yang akan mengorbit jauh di luar jangkauan regulasi dan hukum di Bumi.

Visi Ashurbeyli adalah menyimpan kekayaan informasi dan pengetahuan manusia di luar angkasa. Terdengar gila memang, namun dorongan Ashurbeyli agar calon Asgardian (sebutan untuk warga Asgardia) mengupload file ke database yang disediakannya sepertinya berhasil.

"Data Anda akan tersimpan selamanya di ruang kemanusiaan yang baru, dan akan terinstal ulang di setiap satiap satelit yang mengikuti Asgardia di mana pun berada," kata Ashurbeyli dalam sebuah konferensi pers di Hong Kong beberapa waktu lalu, seperti dikutip detikINET dari Science Alert, Senin (31/7/2017).

Namun yang terjadi, banyak calon Asgardian yang menanggapi ajakan ini dengan mengupload file gambar, lagu dan video bajakan agar bisa didownload atau distreaming orang lain.

Berdasarkan keterangan dari situs Asgardia, negara ini nantinya akan tersebar di antara beberapa satelit, Bulan dan benda langit lainnya, lengkap dengan warga dan sistem hukumnya sendiri.

Sejauh ini, konstitusi Asgardia menyatakan bahwa negara ini akan menghormati hukum dan perjanjian internasional negara-negara di Bumi, dalam hal ini Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Mereka berharap bisa mendapatkan kesetaraan status sebagai sebuah negara.

Selain itu, ada juga pernyataan bahwa Asgardia tidak akan mencampuri urusan apapun di Bumi, begitu juga sebaliknya. Dan Asgardia juga punya imunitas atas rahasia transaksi bank dan aktivitas komersial lainnya.

Berbicara soal file yang disebut-sebut akan menjadi sumber kekayaan informasi manusia di Asgardia, sejauh ini ada lebih dari 7.000 file yang dilindungi hak cipta internasional diupload ke ke sana.

Pakar hukum antariksa dari Universitas South Dakota Michael Dodge berpendapat, file ilegal tersebut berpotensi menggagalkan peluncuran satelit pertama Asgardia.

"Komite Hak Cipta di Amerika Serikat (AS) bisa menuntut file-file tersebut tidak ikut dikirim bersama peluncuran satelit," ujarnya.

Dikatakan Dodge, peluncuran roket mewajibkan tidak adanya pelanggaran hukum internasional. Satelit Asgardia-1 yang kabarnya akan meluncur pada September mendatang, secara teknis berada di bawah hukum AS. Sejauh ini, Asgardia belum memberikan tanggapan atas laporan ini. (rns/asj)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed