Menurut pemaparan Product Marketing Director Instagram Susan Rose, pihaknya telah menyiapkan sistem filterisasi, baik manual maupun komputer untuk menghadapi konten yang tidak diinginkan.
"Tentu saja kami sangat peduli dengan kualitas konten di platform. Kami tidak ingin sampai ada spam dan konten kekerasan di sana," ujarnya ketika ditemui detikINET di Jakarta, Rabu (26/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan |
"Jadi semua pengguna baik yang organik atau yang berbayar dapat memberi umpan balik dengan menandai konten yang tak layak ke tim kami," terangnya.
Diakuinya, jumlah pengguna Instagram kini terus bertambah. Di Indonesia, penggunanya mengalami peningkatan signifikan, dari 22 juta di 2016 menjadi 45 juta pengguna aktif pada 2017.
Selain dipakai untuk berjejaring sosial, Instagram juga menjadi alat untuk berbisnis. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah akun bisnis menjadi 8 juta akun di tahun 2017. (rns/rns)
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan