Skripsi Bisa Jadi Ide Untuk Bikin Startup

Skripsi Bisa Jadi Ide Untuk Bikin Startup

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 21 Jul 2017 15:31 WIB
Foto: Jefris Santama/detikcom
Jakarta - Tren membuat startup tengah melanda anak muda di Tanah Air, sayang idenya mirip perusahaan rintisan yang sudah sukses. Padahal skripsi atau tesis bisa menjadi ide untuk bikin startup.

Kepala Sub Dir, Pengembangan Usaha Universitas Gajah Mada Dr Eddy Junarsin MBA mengatakan selama ini skripsi dan tesis yang dibuat para mahasiswa hanya terongok digudang. Padahal hasil riset dapat dapat dimanfaatkan, salah satunya untuk startup.

"Saat ini perlu melakukan perubahan pola pikir untuk memanfaatkan hasil riset . Sayang kalo (skripsi) cuma masuk gudang," kata Eddy saat berbicara dalam acara peluncuran platform Tonggak.id di Markas Kibar, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Skripsi Bisa Jadi Ide Untuk Bikin StartupFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


Ia berharap pemerintah berupaya menggandeng mahasiswa untuk mengembangkan hasil riset mereka. Sebab mewujudkan hasil riset dalam bentuk solusi nyata tidaklah gampang bagi seorang mahasiwa.

"Membuat prototipe satu tidak sulit. Tapi membuat jadi komersial dengan jumlah banyak susah. Ini butuh sistem yang dapat mendorong lebih bermafaat," pungkas Eddy.

Penyebab Startup Gagal
Meski startup tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Tapi banyak yang tak lama tumbang.

Menurut Octa Ramayana, Head of Incubation Program Kibar, salah satu menyebabnya karena banyak pelaku startup kurang menggunakan data yang tervalidasi. Sehingga mereka harus berhenti di tengah jalan.

Octa pun menyodorkan hasil survei yang memperkuat penyataannya itu. Sebanyak 51% bisnis jadi tidak langgeng lantaran masalah kurangnya data dan validasi. Selain itu 46% jadi kehabisan modal dan 34% kurang memiliki daya tarik.

Octa Ramayana, Head of Incubation Program KibarOcta Ramayana, Head of Incubation Program Kibar Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Akibat lain karena kurangnya data dan validas membuat startup jadi kurang investor, kerap menemui masalah teknik dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Imbas lainnya mereka jadi kalah kompetisi, terbentur dengan pengembangan konsumen dan kurang fokus.

Untuk itu, Tonggak.id coba dihadirkan Kibar, Gerakan Nasional 1000 Startup, Satu Data Indonesia Kantor Staf Presiden (SDIKSP) dan UGM. Tonggak akan memberikan data yang dibutuhkan untuk mereka yang ingin membuat startup. Agar mereka dapat membangun bisnisnya berdasarkan permasalaahan mendesak yang ada di masyarakat. Data yang tersaji berdasarkan hasil riset kampus, lembaga pemerintahan dan komunitas.

"Dari masalah bisa menjadi menjadi potensi. Dari potensi menjadi aksi yang dapat memberikan manfaat untuk orang banyak," tutup Octa. (afr/fyk)