Dengan bug bounty ini, Grab berharap dapat meningkatkan sistem keamanan platform bagi pengemudi maupun penumpang. Grab menggandeng HackerOne, penyedia platform pengungkap bug bounty dan kerentanan. Mengajak jaringan global HackerOne dengan sekitar 100.000 peretas untuk menemukan kerentanan yang tak diketahui dalam sistem keamanan Grab.
"Sistem pengukuran keamanan yang canggih dan menyeluruh, seperti yang tersedia melalui platform HackerOne, merupakan elemen vital yang dibutuhkan untuk meraih kepercayaan para penumpang dan mitra pengemudi kami," tutur Ditesh Kumar, Director of Engineering Grab dalam keterangan yang diterima detikINET, Jumat (14/7/2017).
"Kami yakin tidak ada teknologi sempurna, sehingga bekerja sama dengan para peneliti keamanan berketerampilan yang memiliki portfolio beragam menjadi krusial untuk menciptakan teknologi seaman mungkin," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bekerja sama dengan komunitas peretas adalah cara yang paling efektif menemukan kerentanan dalam sistem keamanan," tutur Alex Rice, CTO and founder, HackerOne. "Diperkenalkannya program bug bounty milik Grab kepada publik menandakan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas peretas terbesar guna melindungi lebih dari 45 juta penggunanya."
Menyoal hadiah, Grab akan memberikan imbalan mulai dari USD 100 hingga USD 10.000 untuk setiap kerentanan valid yang diidentifikasi oleh para peretas. Nilainya tergantung dari dampak dan tingkat keparahan masalahnya. Untuk berpartisipasi atau mempelajari lebih lanjut seputar program umum bug bounty Grab dapat mengakses https://hackerone.com/grab. (afr/fyk)