Rabu, 12 Jul 2017 19:59 WIB

Tak Cuma Driver, Akun Penumpang Uber Juga Bisa Dibekukan

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Jeff Swensen - Gettyimages Foto: Jeff Swensen - Gettyimages
Jakarta - Tak cuma akun mitra driver saja yang akan dibekukan oleh Uber jika melakukan banyak kesalahan, akun sang penumpang pun bisa mengalami hal serupa.

Dijelaskan Dian Safitri, Head of Communication Uber Indonesia, pengguna layanannya dapat dibekukan akunnya bilamana melakukan sejumlah kesalahan. Penilaiannya berdasarkan rating dan laporan dari mitra driver.

Saksikan video 20detik mengenai Kebijakan Baru Uber di sini:


"Penilaian bukan dari satu mitra driver saja. Jika sejumlah mitra kami melaporan satu akun dengan sejumlah kesalahan, maka kami akan tidak lanjuti," jelas Dian saat ditemui detikINET di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Tak Cuma Driver, Akun Penumpang Uber Juga Bisa DibekukanFoto: Infografis/Zaki Alfarabi


Ada pun penyebabnya yang dapat membuat pengguna kehilangan akses ke Uber, sebagai berikut:

- Merusak properti mitra-pengemudi. Misalnya merusak mobil, sengaja menumpahkan makanan atau minuman, merokok, atau muntah karena terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

- Kontak fisik dengan mitra-pengemudi atau rekan penumpang. Uber punya aturan keras bahwa antara mitra driver dan penumpang dilarang menyentuh atau merayu orang lain di dalam mobil.

Selain itu, Uber memiliki kebijakan dilarang melakukan aktivitas seksual. Dilarang melakukan pemukulan atau menyakiti mitra-pengemudi atau rekan sesama penumpang.

- Penggunaan bahasa dan isyarat yang tidak pantas atau kasar. Misalnya, mengajukan pertanyaan yang terlalu pribadi, mengancam secara verbal, dan mengeluarkan komentar atau isyarat yang agresif, bernada seksual, diskriminatif, atau tidak sopan.

- Melakukan kontak yang tidak diinginkan dengan mitra-pengemudi atau rekan penumpang seusai perjalanan. Misalnya, mengirimkan SMS, menelepon, atau langsung mengunjungi seseorang setelah perjalanan selesai.

- Melanggar undang-undang setempat saat sedang menggunakan Uber. Misalnya, membawa wadah minuman beralkohol atau narkoba yang terbuka ke dalam mobil, bepergian dalam kelompok besar yang melebihi jumlah sabuk pengaman yang tersedia di mobil, meminta mitra-pengemudi melanggar undang-undang lalu lintas setempat seperti batas kecepatan, atau menggunakan Uber untuk melakukan kejahatan, termasuk perdagangan narkoba dan manusia atau eksploitasi anak-anak secara seksual.

Jika pihak Uber mendapatkan laporan, mereka akan menghubungi penumpang untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. Sanksi yang diberikan tergantung pada seberapa berat masalahnya. Pihak Uber mungkin akan menangguhkan akun pengguna selama penyelidikan.

"Bila masalah yang disampaikan adalah pelanggaran serius atau berulang, atau menolak bekerja sama, pengguna mungkin kehilangan akses ke Uber," kata Dian.

Tak Cuma Driver, Akun Penumpang Uber Juga Bisa DibekukanFoto: detikINET/Adi Fida Rahman


"Perilaku apa pun yang melibatkan kekerasan, aktivitas seksual yang tidak senonoh, gangguan, diskriminasi, atau aktivitas lain yang melanggar hukum saat sedang menggunakan Uber dapat membuat akun Anda segera dinonaktifkan.

"Selain itu, jika penegak hukum terlibat, kami akan bekerja sama dengan penyelidikan mereka sesuai dengan Panduan Penegakan Hukum," pungkas Dian di akhir perbincangan. (afr/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed